JAKARTA, DISWAY.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menelusuri penyebab hilang kontaknya pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah pesawat hilang kontak akibat menabrak gunung atau tidak.
Sebab, alat emergency locator pesawat tersebut tidak mengirimkan sinyal apapun.
BACA JUGA:Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem 18-19 Januari 2026, Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang! Warga Diimbau Waspada
BACA JUGA:Ekstremnya Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Pegunungan Maros
"Ada namanya ELT, Emergency Locator Transmitter. Tapi dengan kejadian kalau benar dia nabrak gunung, itu biasanya ELT-nya tidak bekerja karena hancur juga. Jadi tidak bisa memancarkan sinyal," kata Soerjanto kepada wartawan, Sabtu, 17 Januari 2026 malam.
Saat ini, kata Soerjanto, KNKT masih berfokus melakukan upaya pencarian lokasi jatuhnya pesawat.
“Kita belum bisa mengonfirmasi apa pun karena masih mengumpulkan seluruh data. Konsentrasi kami saat ini adalah menemukan lokasi jatuhnya pesawat,” ujar Soerjanto.
Soerjanto menjelaskan, prioritas utama KNKT saat ini adalah membantu proses pencarian dan evakuasi yang dilakukan Basarnas.
BACA JUGA:Survei Bilang Milenial yang Lahir 1885-1995 Terlihat Jauh Lebih Muda Dibanding Gen Z, Kok Bisa?
BACA JUGA:Heboh Teuku Ryan Dikaitkan dengan Ressa yang Ngaku Anak Kandung Denada, Instagram Vira Yuniar Digeruduk Netizen
Penyelidikan teknis baru akan dilakukan setelah operasi kemanusiaan dinyatakan selesai.
"Kami akan membantu Basarnas dulu. Setelah operasi kemanusiaan selesai, baru KNKT akan take over," imbuhnya.
Soerjanto berharap agar lokasi pesawat segera ditemukan agar proses evakuasi korban dapat segera dilakukan. Ia juga berharap agar black box ditemukan.
"Kalau bisa menemukan black box saat mengevakuasi korban, kami sangat berharap juga ditemukan black box-nya," ujarnya.
- 1
- 2
- »



