Jakarta: Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah daerah di Indonesia dilanda banjir akibat tingginya curah hujan. Selain faktor alam, bencana banjir juga dipengaruhi oleh faktor manusia, seperti pembuangan sampah sembarangan, deforestasi atau penggundulan hutan, serta minimnya daerah resapan air.
Meski demikian, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki tingkat risiko banjir yang tinggi. Berdasarkan data Goodstats yang bersumber dari penilaian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat sejumlah kabupaten dengan indeks risiko banjir relatif rendah.
Baca Juga :
Waspada! Hujan Lebat hingga Banjir Rob di Banten 17–22 JanuariPenilaian indeks risiko banjir dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan mempertimbangkan sejumlah aspek utama. Penilaian tersebut meliputi tingkat bahaya banjir di suatu wilayah, tingkat kerentanan penduduk dan lingkungan, serta kapasitas daerah dalam melakukan mitigasi dan penanggulangan bencana. Ketiga aspek ini menjadi dasar dalam menentukan tingkat risiko banjir di setiap kabupaten dan kota di Indonesia. Daftar Wilayah dengan Risiko Banjir Terendah Berikut sepuluh kabupaten dengan indeks risiko banjir terendah, disusun dari skor paling rendah:
- Kepulauan Seribu – indeks 43,5
- Mamberamo Tengah – indeks 44,8
- Sigi – indeks 48,71
- Sukoharjo – indeks 64,18
- Intan Jaya – indeks 67,2
- Wonosobo – indeks 67,98
- Halmahera Tengah – indeks 71,64
- Sleman – indeks 73,35
- Klaten – indeks 78,56
- Kudus – indeks 79,75
Skor yang lebih rendah menunjukkan tingkat risiko banjir yang lebih kecil, namun tidak berarti wilayah tersebut sepenuhnya terbebas dari potensi bencana.
Oleh karena itu, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di mana pun berada, khususnya saat memasuki musim hujan, demi menjaga keselamatan diri dan keluarga.
(Adrian Bachtiar)

