FAJAR, MAROS — Petugas dari TNI, Polri, dan Basarnas melakukan persiapan melakukan penyisiran ke titik koordinat jatuhnya pesawat di sekitar Gunung Bulusaraung Minggu, 18 Januari 2026.
Polda Sulsel menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengantisipasi proses identifikasi korban pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang diduga jatuh di Kabupaten Maros.
Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo mengatakan, posko DVI akan beroperasi 24 jam dan siap menerima data dari keluarga korban.
Proses identifikasi akan dipusatkan di Rumah Sakit Angkatan Udara yang berlokasi dekat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Tim DVI tidak hanya berasal dari Polda Sulsel, tetapi juga diperkuat oleh Mabes Polri.
Djuhandhani menyebut, pihak keluarga korban akan dilibatkan dalam tahapan ante-mortem guna mempercepat dan memastikan keakuratan identifikasi.
“Keluarga korban akan kami undang untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, operasi pencarian pesawat masih berlangsung. Sebanyak 476 personel tim SAR gabungan dikerahkan untuk menyisir wilayah perbukitan dan jurang di Kabupaten Maros.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim dibagi ke dalam lima sektor pencarian dengan dukungan peralatan khusus, termasuk alat ekstrikasi dan sistem komunikasi berbasis repeater serta Starlink portable.
Terkait temuan di lapangan, Andi mengungkapkan adanya dugaan serpihan, namun belum dapat dipastikan sebagai bagian pesawat.
“Kami menunggu hasil analisis dari KNKT untuk memastikan temuan tersebut,” katanya.
Pesawat ATR 400 rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 Wita di wilayah perbatasan Maros–Pangkep. Pesawat tersebut diperkirakan membawa 11 orang, terdiri dari delapan awak dan tiga penumpang. (twk)





