FAJAR, MAKASSAR — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H Ikbal Ismail, mengedukasi jamaah agar fokus menjalankan ibadah dan tidak mudah tergiur penawaran biaya murah yang berpotensi bermasalah secara prosedural.
Pesan tersebut disampaikan Ikbal saat menghadiri kegiatan manasik umrah 116 jamaah Al Jasiyah Travel yang dirangkaikan dengan milad ke-12 Al Jasiyah, di Hotel Swiss-Bellinn Panakkukang, Makassar, Minggu, 18 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Ikbal menegaskan bahwa umrah merupakan perjalanan ibadah yang harus dilandasi niat yang lurus serta pemahaman yang benar terkait regulasi keberangkatan.
“Umrah itu perjalanan ibadah. Luruskan niat dan fokus beribadah. Pemerintah mengimbau jamaah agar tidak terjebak rayuan haji tanpa antre, apalagi yang tidak melalui prosedur resmi, seperti menggunakan visa non-haji,” ujar Ikbal.
Ia menekankan pentingnya jamaah memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang memiliki izin resmi serta rekam jejak pelayanan yang jelas, demi menghindari potensi penipuan maupun kendala hukum di Tanah Suci.
Kegiatan manasik tersebut diikuti oleh 116 jamaah yang akan segera berangkat ke Tanah Suci bersama Al Jasiyah Travel.
Selain pembekalan teknis ibadah, acara juga menjadi momentum refleksi perjalanan 12 tahun Al Jasiyah melayani jamaah umrah.
Pada kesempatan itu, Al Jasiyah Travel memberikan cendera mata khusus kepada sejumlah jamaah loyal yang rutin menunaikan umrah setiap tahun sebagai bentuk apresiasi.
CEO Al Jasiyah Travel, Nurhayat, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan jamaah yang terus berulang menggunakan layanan Al Jasiyah.
“Alhamdulillah, banyak jamaah yang berulang kali umrah bersama Al Jasiyah. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jamaah,” jelas Nurhayat.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, sekaligus memperkuat komitmen Al Jasiyah Travel dalam menghadirkan layanan umrah yang aman, nyaman, dan sesuai regulasi pemerintah. (adi)





