Arti dan Filosofi Arirang, Judul Album Terbaru BTS

tabloidbintang.com
12 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - BTS baru-baru ini mengumumkan bahwa album kelima mereka akan berjudul Arirang dan dijadwalkan rilis pada 20 Maret.

Album ini sebelumnya diperkenalkan pada 5 Januari melalui platform penggemar Weverse. Menurut agensi BigHit Music, Arirang bakal “menggali perjalanan emosional dan perenungan yang dialami ketujuh anggota selama bertahun-tahun”.

Dengan latar tersebut, Arirang diperkirakan mengandung makna mendalam, sejalan dengan signifikansi Arirang dalam sejarah budaya Korea.

Apa itu Arirang? Arirang adalah lagu rakyat Korea yang memiliki sekitar 3.600 variasi dari 60 versi berbeda. Lagu ini umumnya terdiri dari refrein “arirang, arirang, arariyo”, disertai dua baris sederhana yang berbeda-beda di tiap daerah.

Diperkirakan berusia setidaknya 600 tahun, Arirang tidak memiliki penyanyi asli yang tercatat karena merupakan lagu tradisional yang diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad. Arirang tercatat dua kali dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, masing-masing diajukan oleh Korea Selatan pada 2012 dan Korea Utara pada 2014.

Lagu rakyat ini kerap dikaitkan dengan konsep “han” dalam budaya Korea, yakni emosi kompleks yang mencakup kesedihan mendalam, kerinduan, dan duka yang berpadu dengan ketangguhan serta harapan.

Secara tematik, Arirang dikenal mengangkat kisah perpisahan, cinta yang hilang, tragedi, dan rasa sakit, namun juga ketekunan serta cinta terhadap tanah air—bergantung pada variasi regional dan cara lagu tersebut dinyanyikan.

Tema penting lain yang melekat pada Arirang adalah reuni. Para penggemar menilai judul ini merujuk pada masa hiatus BTS selama para anggota menjalani wajib militer.

Istilah Arirang sendiri memiliki beragam penafsiran. Sejumlah ahli bahasa menyebutkan bahwa dalam bahasa Korea kuno, “ari” berarti indah dan “rang” berarti “yang satu”, sehingga membentuk makna “yang indah”. Peneliti lain berpendapat “ari” juga mengandung rasa rindu yang mendalam, menjadikan arirang sebagai ungkapan kerinduan pada sosok terkasih—indah sekaligus menyakitkan karena dirindukan.

Arirang memegang posisi simbolik penting dalam sejarah modern Korea, termasuk pada masa penjajahan Jepang, Perang Korea 1950–1953, serta pembagian Semenanjung Korea. Lagu ini kerap menjadi simbol identitas nasional dan perlawanan. Catatan sejarah menunjukkan Arirang pernah menjadi seruan penyemangat dalam perjuangan kemerdekaan Korea saat upaya penghapusan budaya Korea berada pada puncaknya.

Bagi BTS, pemilihan Arirang sebagai judul album tampak sebagai keputusan simbolik sekaligus strategis, yang menandai penyesuaian ulang identitas grup setelah bertahun-tahun berekspansi secara global dan melalui periode perpisahan yang panjang.

Tema-tema Arirang—perpisahan, ketahanan, dan reuni—dinilai selaras dengan perjalanan terbaru BTS. “Sejak mengumumkan hiatus grup pada 2022, para anggota masing-masing menuntaskan wajib militer dan menempuh jalur artistik individu, sehingga aktivitas grup penuh sempat dihentikan,” ujar kritikus musik Lim Hee-yun kepada The Korea Herald.

Ia menambahkan, “Sepanjang periode itu, BTS saling menunggu untuk menyelesaikan kewajiban mereka sebelum kembali bersatu, sekaligus untuk kembali bertemu dengan penggemar, Army. Dengan demikian, Arirang dapat dibaca sebagai metafora bagi BTS dan Army—menempuh jalan panjang dan berat sebelum akhirnya bertemu kembali.”

Lebih dari sekadar narasi personal, judul album ini juga mencerminkan upaya sadar untuk kembali ke akar budaya. Setelah bertahun-tahun meraih kesuksesan global—sebagian besar didorong oleh adopsi kerangka pop Barat dan rilisan berbahasa Inggris—keputusan BTS menonjolkan salah satu simbol budaya terpenting Korea “menunjukkan penekanan baru pada upaya menyambungkan kembali identitas mereka”, kata Lim.

Sebelumnya, BigHit Music menyatakan album ini akan menghadirkan “musik yang paling merepresentasikan identitas musikal BTS”.

Arirang diumumkan sebagai album penuh kelima BTS dengan total 14 lagu. Perilisannya akan menandai comeback penuh grup pertama dalam hampir empat tahun, sejak album antologi Proof pada Juni 2022, serta menjadi album penuh pertama sejak Map of the Soul: 7 pada Februari 2020.

BigHit Music juga mengungkap detail versi fisik album. Arirang akan hadir dalam beberapa edisi, termasuk “Rooted in Korea”, “Rooted in Music”, dan “Living Legend”. Selain itu, akan tersedia album eksklusif Weverse, set kotak CD travel tag, serta rilisan vinil merah edisi terbatas dan vinil khusus tiap anggota dengan perbedaan warna dan desain.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Basarnas Tetapkan Radius Pencarian 1km di Lokasi Temuan Serpihan ATR 42-500
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Deretan Tokoh Hadiri Pernikahan Aspri Presiden Prabowo di TMII, dari Jokowi hingga Kapolri
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Lima RT dan 14 ruas jalan di Jakarta Utara masih terendam banjir
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Danantara Cari Celah Tarik Investasi di Tengah Konflik Geopolitik
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Tim DVI Polda Jabar Ambil Sampel DNA Keluarga Pramugari Korban Pesawat ATR
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.