Hujan di Jakarta Tidak Dihentikan, Tetapi Dialihkan

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan menjelaskan tujuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukannya ini bukan untuk menghentikan hujan di kota metropolitan ini.

Yohan menuturkan, BPBD tidak bisa menghentikan hujan di Jakarta. Melainkan cara yang dilakukan moifikasi cuaca adalah mengalihkan hujan yang turun ke lokasi yang ditentukan.

BACA JUGA: 98.002 Hektare Sawah dan Lahan Rusak Akibat Banjir Sumatra

“Jadi, kami tidak bisa menghentikan hujan. Kami hanya mengalihkan saja,” kata Mohammad Yohan dikutip Minggu (18/1).

Yohan memaparkan, pada saat OMC dilakukan, pesawat yang ditugaskan akan mengejar awan yang berada di atas laut. Kemudian proses penebaran garam baru dilakukan.

BACA JUGA: Pemerintah Minta Ganti Rugi 4,8 Triliun kepada 6 Perusahaan Diduga Penyebab Banjir Sumatra

Seluruh proses tersebut telah diperhitungkan dengan baik bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Seperti kemarin yang kita sasar itu di Selat Sunda. Awan-awan yang berpotensi masuk ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta, kita gugurkan di atas laut," katanya.

Sehingga, kata dia, tujuan penaburan garam di awan tersebut adalah agar hujan turun di atas laut dan tidak sampai ke daratan.

Yohan pun memastikan bahwa tidak ada dampak negatif terhadap alam yang akan terjadi dari proses OMC tersebut sebab semua dilakukan sesuai dengan aturan yang sudah diperhitungkan.

“OMC ini kan ilmu yang diturunkan sama Allah juga ya. Jadi, bukan melawan kehendak. Ada yang namanya hukum kekekalan energi, yang namanya hujan itu kan salah satu bentuk energi," katanya.

Energi itu hanya bisa dialihkan, bukan dihilangkan. "Jadi, kira-kira seperti itu. Kalau dibilang dampak apa, ya nggak ada dampak apa-apa," katanya.

Pada Jumat (16/1), BPBD DKI Jakarta telah melakukan OMC untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi dengan menyemai 1,6 ton garam (NaCl).

Pelaksanaan OMC akan dilakukan selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Januari 2026 dan dilaksanakan secara terpadu bersama BMKG serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.

Pada hari pertama, dilaksanakan dua sorti penerbangan dengan total bahan semai 1.600 kilogram (kg) garam atau Natrium Klorida (NaCl) yang disebarkan di wilayah perairan Selat Sunda untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan sehingga presipitasi terkonsentrasi di perairan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji menyampaikan, sorti pertama dilaksanakan pada pukul 13.28–14.48 WIB. Pada sorti ini, sebanyak 800 kg NaCl disemai pada ketinggian terbang 8.000-12.000 kaki untuk mendukung pengendalian pertumbuhan awan hujan.

Untuk sorti kedua dilaksanakan pada pukul 15.40-17.30 WIB dengan ketinggian terbang 9.000 kaki dan jumlah bahan semai yang digunakan pada sorti ini juga seberat 800 kg NaCl.

Pelaksanaan OMC hari pertama ini dilakukan dengan fokus penyemaian di wilayah perairan sebagai bagian dari strategi mitigasi dini untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan sebelum bergerak menuju wilayah daratan Jakarta.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Arsenal Imbang Saat Manchester City Kalah, Arteta Kecewa
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Detik-Detik Serpihan Pesawat ATR Indonesia Air Ditemukan di Gunung Bulusaraung
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Berburu Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung yang Dianggap Hama Sungai
• 2 jam laluinsertlive.com
thumb
Media Jerman Sampaikan Kabar Buruk kepada John Herdman Jelang Debut di Timnas Indonesia, Kevin Diks Alami Cedera
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
BPH Migas Tambah Jatah BBM Subsidi di Aceh, Stok Aman di Tengah Darurat Bencana
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.