JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Jakarta Timur akhirnya merespons keluhan warga terkait tumpukan sampah yang meluber hingga menutup akses jalan di kawasan Perumahan Taman Jatinegara dan Rusun PIK Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Respons tersebut diwujudkan melalui kerja bakti bersama ratusan warga, jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, serta Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur pada Minggu (18/1/2026) sejak pukul 08.00 WIB.
Sebelumnya, warga mengatakan tumpukan sampah yang meluber ke jalan sudah terjadi sejak Agustus 2025 dan belum tertangani dengan baik.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, penumpukan sampah di lokasi tersebut awalnya hanya dalam jumlah kecil.
Baca juga: Banjir Rendam 16 RT dan 10 Ruas Jalan di Jakarta Minggu Pagi, Terparah di Jakbar
Namun, karena tidak terpantau secara rutin, volume sampah terus bertambah hingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Memang penumpukan sampah luar biasa di sini. Awalnya sedikit, tapi karena mungkin tidak dimonitor akhirnya menjadi tumpukan yang besar dan mengganggu daripada kenyamanan warga masyarakat sekitar sini,” ujar Munjirin saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.
Sebagai tindak lanjut atas keluhan warga, Pemerintah Kota Jakarta Timur memutuskan untuk memindahkan lokasi pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rawa Terate.
“Itu sudah kita kondisikan ke TPST yang ada di Rawa Terate. Ini juga masih tahap penyesuaian para pembuang sampah untuk membuang di lokasi sana,” kata Munjirin.
Baca juga: Banjir 60 Cm Rendam Jalan Harapan Baru Bekasi, Lalu Lintas Terganggu
Ia mengakui jarak menuju lokasi pembuangan yang baru memang lebih jauh dibandingkan sebelumnya.
Kendati demikian, Munjirin optimistis masyarakat akan terbiasa jika kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten.
“Kalau sudah menjadi kebiasaan, nanti bisa rutin dan akan menjadi rutinitas yang baik,” ujarnya.
Selain memindahkan titik pembuangan sampah, Pemkot Jakarta Timur juga berencana menata bekas lokasi tempat penampungan sampah sementara (TPS) agar tidak kembali digunakan sebagai lokasi pembuangan liar.
“Pelan-pelan kita akan coba hijaukan dan tata biar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sini maupun penghuni rusun,” kata Munjirin.
Baca juga: Daftar Ruas Jalan dan Tol yang Terendam Banjir Jakarta Minggu Pagi
Ia menegaskan, proses penataan tersebut membutuhkan waktu dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Ini pekerjaan mungkin tidak seminggu, dua minggu. Tapi kita bertekad nanti dengan Sudin terkait untuk menciptakan lingkungan sini biar lebih asri lagi,” ujarnya.


