JAKARTA, KOMPASTV – Usulan Pilkada langsung yang sempat digaungkan Presiden Prabowo sempat jadi sorotan.
Presiden Prabowo Subianto sempat blak-blakan soal mahalnya biaya pilkada saat pidato di perayaan Puncak HUT Ke-60 Golkar pada Kamis (12/12/2024) malam.
"Berapa puluh triliun habis dalam satu-dua hari, dari negara maupun dari tokoh-tokoh politik masing-masing," kata Presiden Prabowo.
Prabowo pun berkelakar karena banyak ketum parpol bisa diputuskan langsung terkait pilkada efisien.
Terkait Pilkada, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan komitmen tegas Megawati Pilkada harus tetap dilaksanakan secara langsung.
Sementara itu Menko Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra menanggapi wacana kepala daerah dipilih lewat DPRD.
Ia menilai pilkada langsung memiliki banyak risiko seperti potensi konflik daerah hingga biaya politik besar, sehingga tidak sehat bagi demokrasi, Rabu (14/1/2026).
Lebih lanjut Anggota Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan pesan kebangsaan pada Konferensi Pers di Grha Pemuda, Komplek Katedral Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Adapun dalam penyampaikan pesannya, Alissa Wahid memaparkan poin-poin di antaranya terkait pilkada langsung dan supremasi sipil.
“Demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan rakyat, rakyat harus diberikan ruang sebesar-besarnya untuk memilih secara langsung para pemimpin daerahnya sesuai amanat konstitusi,” kata Alissa Wahid saat membacakan pesan GNB.
Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!
Video Editor: Vila
#prabowo #pilkadalangsung #pdip
Baca Juga: Survei Litbang Kompas: 89,5% Gen Z Pilih Pilkada Langsung
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- pilkada langsung
- prabowo
- pdip
- gerakan nurani bangsa
- parasot



