Dua Bibit Siklon Masih Terpantau, BMKG Minta Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

BMKG mengonfirmasi adanya satu Siklon Tropis Nokaen dan dua Bibit Siklon yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia.

Dua Bibit Siklon Masih Terpantau, BMKG Minta Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta menyampaikan pemutakhiran kondisi cuaca tropis per 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. 

BMKG mengonfirmasi adanya satu Siklon Tropis Nokaen dan dua Bibit Siklon yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia.

Baca Juga:
Jalan Tol Akses Bandara Soetta Kembali Tergenang Banjir, Jasa Marga Optimalkan Pompa Air

"Siklon Tropis Nokaen telah tumbuh dari bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari 2026. Saat ini posisi berada di wilayah monitoring TCWC Jakarta, tepatnya di Laut Filipina sebelah timur laut Manila," kata BMKG dalam keterangannya.

BMKG memprediksi dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin maksimum Siklon Nokaen akan persisten pada kategori satu. Dimana arah pergerakannya adalah ke arah timur laut menjauhi wilayah Indonesia.

Baca Juga:
Banjir Meluas di Sejumlah Titik, KAI Batalkan 38 Perjalanan KA

Selain Siklon Tropis Nokaen, BMKG juga memantau dua sistem bibit siklon di bagian selatan yakni Bibit Siklon Tropis 96S yang saat ini terpantau di Samudra Hindia barat laut Australia. "Memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia," ujar BMKG.

Kemudian, Bibit Siklon Tropis 97S yang terpantau di pesisir utara Australia. Sistem ini juga dinyatakan memiliki peluang rendah menjadi siklon namun bergerak perlahan ke arah barat.

Baca Juga:
TNI AU Turunkan Korpasgat usai Temukan Titik Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Meski ketiga sistem ini berada di luar wilayah Indonesia, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait dampak tidak langsung yang diprediksi berlaku hingga 19 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.

Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang sebagai dampak tidak langsung dari keberadaan Bibit Siklon 97S.

Baca Juga:
Sembilan Pindar Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum Rp12,5 Miliar

Selain cuaca di darat, BMKG juga memberikan peringatan gelombang laut tinggi:

- Gelombang Tinggi (2.5 - 4.0 meter/Rough Sea): Berpotensi terjadi di Perairan Kupang, Laut Sawu, Samudera Hindia selatan NTT, dan Laut Arafuru bagian barat.

Baca Juga:
Basarnas Duga ATR400 yang Hilang Kontak Jatuh di Sekitar Kecamatan Bantimurung

- Gelombang Sedang (1.25 - 2.5 meter/Moderate Sea): Berpotensi terjadi di Samudera Pasifik utara Maluku, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Laut Banda, serta perairan Kepulauan Kei dan Aru.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nova Titans Tantang Grim Reaper di Final X-Series 2
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Final Piala Afrika 2025: Timnas Maroko Beri Peringatan Keras pada Senegal
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Diceraikan, Ditinggal, Lalu Dipaksa Menerima Kembali: Konflik Pedih Sosok Sarah
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Mengenal ATR 42-500 & Indonesia Air Transport
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
1 Korban Kecelakaan Pesawat di Gunung Bulusaraung Ditemukan di Kedalaman 200 Meter
• 48 detik lalugenpi.co
Berhasil disimpan.