Banjir merendam Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, akibat diguyur hujan sejak Sabtu (17/1) malam, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas hingga Minggu (18/1) siang.
Pantauan kumparan di lokasi pada pukul 10.20 WIB, ketinggian banjir diperkirakan mencapai 50 cm. Tampak sejumlah pengendara terpaksa berhenti dan putar balik karena genangan air yang cukup dalam.
Rafli (26) salah satu pengendara motor asal Tambun yang hendak menuju Galur, terpaksa memilih jalur lain.
“Dari Tambun, mau ke Galur,” ujar Rafli saat ditemui di lokasi.
Rafli mengaku baru mengetahui ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui saat tiba di lokasi. Ia memilih tidak nekat menerobos banjir demi menghindari risiko mogok.
“Ini baru sih, baru lewat. Wah, nggak berani. Takut mati motornya, takut mogok,” katanya.
Menurut Rafli, genangan air di Jalan Ahmad Yani tergolong dalam dan menyulitkan mobilitas warga, terutama mereka yang hendak berangkat bekerja.
“Iya, dalam. Jadi susah akses buat ke tempat kerja,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, Rafli terpaksa mengambil jalur alternatif meski harus menempuh jarak yang lebih jauh.
“Iya, susah. Jadi rencananya paling muter sih, mau nggak mau. Iya, walaupun jauh, kita jalanin,” tambahnya.
Rafli berharap pemerintah lebih peka dalam menangani persoalan banjir yang kerap berulang dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
“Ya, mudah-mudahan pemerintah lebih peka lah. Ini masalah banjir kan nggak kelar-kelar ya. Namanya kita mau kerja jadi susah,” tutupnya.


