Dua pendaki yakni Reski (20) dan Muslimin (18) menyaksikan langsung pesawat ATR 42-500 menabrak lereng Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1) siang.
Reski menceritakan saat kejadian, dia bersama Muslimin melakukan pendakian ke puncak Gunung Bulusaraung. Begitu summit (tiba di puncak), keduanya menikmati pemandangan alam dari ketinggian.
Namun tidak berselang lama mereka melihat ada pesawat yang terbang rendah di hadapan mereka dan menabrak sisi lereng Gunung Bulusaraung yang tidak jauh dari tempat mereka beristirahat.
“Kami melihat ada pesawat yang terbang rendah dan menabrak lereng Gunung Bulusaraung, lalu meledak dan terbakar. Kejadiannya sekitar jam 1 siang kemarin,” kata Reski saat dikonfirmasi pada Minggu (18/1).
Ledakan disertai api membuat Reski dan Muslimin terpaku ketakutan. Jarak mereka dengan lokasi ledakan disebut Reski hanya sekitar 100 meter.
“Pesawat meledak dan ada api. Kami dapat serpihan pesawat sudah berhamburan,” ujar Reski.
Reski mengaku tidak sempat merekam kejadian secara utuh karena semuanya berlangsung sangat cepat.
Usai menemukan serpihan pesawat tersebut, Reski dan Muslimin akhirnya memutuskan turun gunung.
Mereka kembali ke wilayah kecamatan Balocci, kaki gunung Bulusaraung, membawa serpihan tersebut ke petugas di posko Gunung Bulusaraung dan selanjutnya diserahkan ke Posko Operasi SAR di Desa Tompobulu.




