jpnn.com, YOGYAKARTA - Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) Hasto Kristiyanto secara resmi membuka Rapat Kerja Agung bertema ‘Memperkuat Sinergi Melestarikan Tradisi’. Acara berlangsung di Pendapa Kridha Manunggal Budaya, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (18/1).
Dalam sambutannya, Hasto menegaskan kelahiran paguyuban ini berakar pada pesan Bung Karno tentang bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ia menyamakan perjalanan Bima dalam wayang yang digembleng berbagai rintangan dengan laku para empu dan pelestari Tosan Aji.
BACA JUGA: Hasto Makin Getol Kampanyekan Upaya Pelestarian Tosan Aji
“Cerita ini relevan dengan Tosan Aji. Karena jalan ksatria itu adalah jalan penuh gemblengan lahir batin, ilmu kalakone kanthi laku,” ujarnya.
“Siapa pun yang akan menjadi orang, maka hidupnya juga melalui gemblengan-gemblengan itu agar keluar pamornya," tambah dia.
BACA JUGA: Tosan Sempat Menolak Dimintai Keterangan?
Menurutnya, Tosan Aji bukan sekadar benda pusaka. Proses penempaan berbagai logam hingga muncul pamor adalah metafora kehidupan, yang disertai 'laku' spiritual sang empu. Terkait pelestarian tradisi, Hasto menolak anggapan bahwa hal itu bertentangan dengan pengembangan. “Justru di dalam pelestarian terkandung konsep pengembangan,” paparnya.
Ia menyebut para pengrajin dan pelestari dalam paguyuban tumbuh dari rakyat dengan jiwa berdikari dan tekad menjaga Indonesia melalui Tosan Aji. “Mereka memang tumbuh dan berkembang dengan semangat berdiri di atas kaki sendiri karena mereka punya etos,” ungkap Hasto.
BACA JUGA: Lihatlah, Ini Kondisi Tosan setelah Pulang dari Rumah Sakit
Etos tersebut, ditegaskannya, digerakkan oleh nilai spiritual dan semangat dedication of life atau pengabdian hidup.
“Maka Senopati Nusantara harus juga mewarisi semangat darma bakti, dedication of life bagi bangsa dan negara,” seru Hasto.
Di akhir sambutan, ia menegaskan Rapat Kerja Agung ini momentum untuk merancang program strategis dan memperkuat ikatan persaudaraan. “Paguyuban ini betul-betul hidup dan terus menggelorakan suatu semangat keagungan terhadap karya kebudayaan kita,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia RKA Senapati Nusantara, Nurjianto, menyampaikan forum ini adalah ruang musyawarah untuk menyatukan gagasan dan merumuskan langkah nyata. "Di sini semangat perserikatan diuji dan diperkuat agar Senapati Nusantara tetap kokoh dan solid, dan berdaya guna bagi masyarakat serta bangsa," katanya.
Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, sejumlah kepala daerah dari PDIP, pemimpin Megawati Institute Hilmar Farid, perwakilan Keraton Yogyakarta, serta Perwakilan Kedutaan Besar Jepang. Hasto juga meninjau pagelaran dan bursa yang menampilkan berbagai koleksi Tosan Aji Nusantara. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Desa Selok Awar Awar Berebut Minta Maaf ke Tosan yang Kebal Itu, Alasanya...
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga



