Rupiah Pekan Depan Diprediksi Melemah ke Rp17.100

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pengamat memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan sangat fluktuatif akibat akumulasi sentimen global yang memanas.

Rupiah Pekan Depan Diprediksi Melemah ke Rp17.100 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Mata uang rupiah diprediksi menghadapi tekanan hebat pada pekan depan, dengan potensi pelemahan yang bisa menembus level psikologis baru. 

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan sangat fluktuatif akibat akumulasi sentimen global yang memanas.

Baca Juga:
Prabowo Hadiri Akad dan Resepsi Pernikahan Sespri di Sasono TMII

Berdasarkan analisis teknikalnya, Ibrahim menyebut jika rupiah mengalami pelemahan pekan depan, target pertama berada di Rp16.920. Namun, risiko pelemahan yang lebih dalam sangat terbuka lebar.

"Pelemahan mata uang rupiah kemungkinan besar ya itu di minggu depan itu di Rp17.100. Artinya apa? Bahwa intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia kemudian kebijakan-kebijakan pemerintah ya ini pun juga belum bisa membuat rupiah ini menguat tajam," ujar Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga:
Perkuat Ekosistem Haji dan Pariwisata Internasional, Menhaj Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov NTB

Ibrahim mengidentifikasi lima faktor krusial yang akan mendominasi pergerakan pasar pekan depan. Pertama, Uni Eropa mulai menerapkan bea masuk dumping terhadap produk alumina China sebesar 88,7 persen hingga 110,6 persen. Di sisi lain, AS mengancam tarif 20 persen bagi Eropa terkait isu wilayah Greenland.

Kemudian, pemanggilan Jerome Powell oleh Jaksa Agung serta kisruh pemecatan pejabat di lingkaran Donald Trump memperburuk stabilitas internal AS.

Baca Juga:
Perbankan Masih Dominasi Pendanaan Pinjaman Daring (Pindar)

Ketegangan Rusia-Ukraina yang meningkat serta situasi di Iran yang kian genting dengan penutupan wilayah udara dan pergerakan kapal induk AS, Abraham Lincoln, ke Timur Tengah.

Ada spekulasi penurunan suku bunga AS di tengah masa pensiun Powell tetap menjadi fokus pasar. Ketidakpastian global memicu bank sentral dunia (China, India, hingga ASEAN) melakukan aksi borong emas besar-besaran, yang secara tidak langsung menekan mata uang negara berkembang.

Baca Juga:
Kemenhaj Panggil Pihak Travel Haji dan Umrah, Ini Daftarnya

Ibrahim memperingatkan bahwa jika pelemahan terus berlanjut tanpa penahan yang kuat dari sisi eksternal, rupiah berisiko menyentuh angka Rp17.500 pada tahun ini. Menurutnya, data ekonomi domestik yang bagus sekalipun belum cukup kuat menahan gempuran sentimen global.

Sebagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar, Ibrahim menyarankan pemerintah untuk segera mengeksekusi rencana redenominasi rupiah (penyederhanaan nominal mata uang).

Baca Juga:
Prediksi IHSG pada Awal Pekan, Pantau Saham CTRA, ITMG hingga KBLF

"Cara satu-satunya untuk menahan rupiah melemah itu adalah redenominasi rupiah. Karena apa? Pada saat nanti diketok palu di tahun 2027 akan dipangkas rupiah dari Rp17.000 lebih menjadi Rp15.000 sehingga apa? Nanti akan diberlakukan bukan lagi Rp15.000 tapi adalah Rp15 per dolar," katanya.

Rencana ini diharapkan dapat masuk dalam Prolegnas DPR tahun 2026, bersamaan dengan pembahasan RUU Perampasan Aset, guna memberikan sentimen positif yang lebih fundamental bagi mata uang Garuda di masa depan.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Rendam Depan Mall Kelapa Gading, Aktivitas Warga Tersendat
• 8 jam laludetik.com
thumb
Cegah Banjir Jakarta, BPBD Semai 2,4 Ton NaCl di Selat Sunda
• 35 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Jembatan Ciharuman Hubungkan Harapan di Pangandaran
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Kedes Junrejo Dukung Program Rumah Bersubsidi, Asal Tepat Sasaran
• 17 jam lalurealita.co
thumb
IBL 2026: Pelita Jaya Menang Telak Atas Pacific Caesar Surabaya
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.