Jembatan Ciharuman Hubungkan Harapan di Pangandaran

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews - Pangandaran, Jawa Barat

Akses baru sepanjang 37 meter kini menghubungkan dua wilayah, mengakhiri risiko bahaya bagi anak sekolah dan petani.

Mobilitas warga dan akses pendidikan di perbatasan Kabupaten Pangandaran kini memasuki babak baru. 

Rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Ciharuman menjadi titik balik bagi puluhan anak sekolah yang selama ini harus bertaruh keselamatan dengan menyeberangi sungai demi menuntut ilmu.

Infrastruktur ini menghubungkan Desa Harumandala di Kabupaten Pangandaran dengan Dusun Mekar Haruman di Kabupaten Tasikmalaya. 

Sebelumnya, ketiadaan akses penyeberangan memaksa warga local termasuk para siswa untuk basah-basahan melintasi arus sungai atau menempuh rute memutar yang jauh lebih lama.

Kolaborasi Strategis untuk Masyarakat

Pembangunan jembatan sepanjang 37 meter dengan lebar 1,5 meter ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan tim Vertical Rescue Indonesia (VRI). 

Proyek yang dimulai pada akhir November 2025 tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu pada awal Januari 2026.

Kehadiran jembatan ini tidak hanya menjawab persoalan keamanan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi urat nadi baru bagi distribusi hasil pertanian antarwilayah.

"Pembangunan ini adalah wujud nyata kepedulian dalam mengatasi kesulitan rakyat, sekaligus memperkuat konektivitas di wilayah pedesaan yang selama ini terisolasi secara geografis," tulis keterangan resmi terkait penyelesaian proyek tersebut.

Menghapus Jejak Isolasi Pedesaan

Masalah akses di pedesaan Jawa Barat memang kerap menjadi sorotan nasional. Di banyak titik, sungai-sungai kecil seringkali berubah menjadi penghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.

Sebelum adanya Jembatan Ciharuman, masyarakat kerap bergantung pada rakit atau nekat berjalan kaki di dasar sungai. Kondisi ini menempatkan keselamatan warga pada risiko tinggi. Kini, dengan infrastruktur permanen, kendala tersebut resmi teratasi.

Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi kesejahteraan masyarakat setempat, memastikan bahwa pendidikan anak-anak tidak lagi terhambat oleh tantangan alam, serta mempercepat perputaran roda ekonomi di perbatasan Pangandaran-Tasikmalaya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Status Bencana di Kabupaten Banjar Turun, Pemerintah Masuki Masa Transisi Tanggap Darurat ke Pemulihan
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Hasil Liga Spanyol: Betis Masuk Zona Eropa, Osasuna Berbalik Unggul atas Oviedo
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Nil Maizar Berharap Sukses John Herdman Membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 Menular ke Timnas Indonesia
• 11 jam lalubola.com
thumb
BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 97S: 2 Perairan Waspada Gelombang Tinggi 4 M, NTT Angin Kencang
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Demonstrasi Besar-besaran di Iran, Kemlu Pastikan WNI Dalam Kondisi Aman
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.