Final Piala Afrika 2025: Protes, Senegal Merasa Dirugikan Maroko

genpi.co
12 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Timnas Senegal melontarkan keluhan serius jelang partai final Piala Afrika 2025 melawan tuan rumah Maroko.

Skuad berjuluk Singa Teranga itu menilai adanya perlakuan yang tidak adil dan berpotensi melanggar prinsip fair play oleh Maroko.

Senegal akan melawan Maroko pada babak final Piala Afrika 2025 di Stade Prince Moulay Abdallah, Rabat, Senin (19/1) pukul 02.00 WIB.

Jelang laga tersebut, Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) secara resmi mengajukan surat protes kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada Sabtu (17/1).

Pada surat protes tersebut, FSF menyoroti empat aspek utama, yakni masalah keamanan, akomodasi hotel, fasilitas latihan, serta alokasi tiket bagi pendukung Senegal.

Masalah keamanan menjadi sorotan utama. Sadio Mane dan rekan-rekannya bertolak dari Tangier menuju Rabat menggunakan kereta seusai semifinal kontra Mesir.

Namun, setibanya di Rabat, rombongan Senegal mengaku tidak mendapatkan pengawalan memadai sehingga harus melewati kerumunan besar yang dinilai membahayakan keselamatan tim.

"Kondisi ini membuat pemain dan staf teknis terpapar risiko yang tidak sejalan dengan standar penyelenggaraan final kompetisi kontinental," tulis pernyataan resmi FSF dilansir dari ESPN, Minggu (18/1).

Keluhan juga diarahkan pada akomodasi. FSF menyebut baru mendapatkan hotel yang layak setelah melayangkan protes tertulis, meskipun tidak merinci kondisi penginapan awal yang mereka terima.

Persoalan lain muncul terkait fasilitas latihan. Senegal menolak berlatih di Mohammed VI Football Complex karena lokasi tersebut merupakan base camp Timnas Maroko sepanjang turnamen.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan keadilan kompetisi, terlebih Maroko masih dijadwalkan berlatih di lokasi yang sama sehari sebelum final.

FSF juga mempersoalkan alokasi tiket. Dari kapasitas 69.500 kursi di Prince Moulay Abdellah Stadium, Senegal hanya memperoleh jatah maksimum CAF sebanyak 2.850 tiket, jumlah yang dinilai tidak sebanding dengan tingginya permintaan pendukung mereka.

Melalui pernyataan terbuka ini, FSF mendesak CAF dan panitia lokal untuk segera mengambil langkah korektif demi menjamin keamanan, kesetaraan perlakuan, serta integritas pertandingan.(*)

Heboh..! Coba simak video ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
TikTok Perketat Pemeriksaan Usia di Eropa karena Tekanan Regulator
• 12 jam laluidntimes.com
thumb
Duh! Tubrukan 3 Pemain, Bek Timnas Indonesia Kevin Diks Diduga Alami Cedera Kepala di Bundesliga
• 13 jam lalubola.com
thumb
Satu Jasad Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Alhamdulillah, Al Nassr Sukses Akhiri Tren Negatif di Awal Tahun 2026 usai Tekuk Al Shabab dengan 3 Gol
• 51 menit lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Asisten Pelatih Arema Meninggal Dunia, Stadion Gajayana Jadi Saksi
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.