Kemenkes tangani vektor di huntara cegah penyakit berbasis lingkungan

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan melaksanakan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan di kawasan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Salah satu intervensi utama yang dilakukan adalah pengendalian vektor, khususnya nyamuk Aedes aegypti, sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan, seperti demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan ini dilaksanakan sebelum huntara ditempati, untuk memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga.

Baca juga: Cegah penyakit menular, Kemenkes "fogging" huntara di Aceh Tamiang

Relawan TCK Batch II dari Sub Klaster Kesehatan Lingkungan, Trisno Subarkah saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko kesehatan setelah bencana.

“Kami melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pengendalian vektor. Kegiatan ini dilakukan sebelum hunian sementara ditempati agar warga dapat tinggal dengan aman dan nyaman tanpa gangguan nyamuk, khususnya Aedes aegypti,” ujar Trisno.

Sebanyak 12 orang tenaga sanitasi lingkungan profesional terlibat dalam kegiatan ini. Selain melakukan pengendalian vektor dengan metode pengembunan (fogging) menggunakan insektisida sesuai standar.

Tim juga melakukan pengawasan kualitas air, kondisi jamban, pengelolaan sampah pemukiman, dapur umum, serta pengelolaan limbah medis dan limbah B3 di fasilitas kesehatan terdampak.

Baca juga: Tim kesehatan korban demo antisipasi penyakit berbasis lingkungan

Baca juga: Epidemiolog: Jaga kebersihan lingkungan antisipasi virus Nipah

Trisno menegaskan upaya kesehatan lingkungan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan setelah bencana untuk mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB).

“Harapannya, hunian sementara ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang sehat dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga selama masa pemulihan,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
7 Makanan Ini Bikin Ginjal Kerja Lebih Keras, Banyak Orang Gak Sadar
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
12 Ramalan Cinta Shio Senin, 19 Januari 2026: Kehidupan Asmara Tikus hingga Babi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
KAI Logistik Angkut 14 Ribu Ton Limbah B3 pada 2025, Naik 37%
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkot dan PMI Jaktim beri bantuan penyintas banjir di tiga kelurahan
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kebab Endul Tumbuh Berkelanjutan Lewat Penerapan Zero Waste dan Dukungan LinkUMKM BRI
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.