INTENSITAS hujan masih tinggi di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) mengakibatkan banjir masih merendam sejumlah daerah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Kudus dan Pati, Kementerian PU kerahkan 20 alat berat untuk menambal sejumlah tanggul sungai yang jebol.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (18/1) sejumlah alat berat diturunkan di sejumlah daerah di Jawa Tengah yang saat ini terlanda banjir, pulutan alat berat tersebut dikhususkan untuk melakukan penambalan tanggul sungai yang jebol akibat tidak kuat menahan gelontoran air saat intensitas hujan yang masih tinggi.
Hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur mengakibatkan banjir belum ada tanda-tanda surut di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah tersebut, sehingga menimbulkan gelombang pengungsian terus bertambah di sejumlah daerah karena riibuan rumah masih terendam banjir dengan ketinggian air 50-100 centimeter.
Baca juga : 8 Desa di Kudus dan 59 Desa di Pati Terendam, Banjir Meluas Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Keluarga Mengungsi
Berdasarkan catatan jumlah pengungsi akibat jebolnya tanggul sungai hingga menyebabkan banjir saat ini di Kabupaten Pati mencapai 6.800 orang, Kabupaten Kudus 1.822 jiwa ( 606 keluarga) dan Kota Pekalongan 972 jiwa yang hingga saat ini masih bertahan, bahkan diperkirakan akan terus bertambah seiring belum surutnya air merendam rumah mereka.
"Di tempat kami setidaknya ada 30 kerusakan tanggul sungai dengan panjang 10-15 meter, hingga banjir tidak mudah surut karena intensitas hujan dan volume air di sungai masih tinggi," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Pelaksanaan BPBD Pati Martinus Budi Prasetyo Minggu (18/1) bahwa akibat banyaknya tanggul sungai yang jebol karena tidak kuat menahan gelontoran air tersebut, banjir di 136 desa di 20 kencamatan dengan total sekitar 78.000 rumah hingga kini masih terendam.
Baca juga : 18 Kelurahan di Kota Pekalongan Terendam Banjir
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto secara terpisah mengatakan akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi. "Banjir kembali tinggi, bahkan jalur rel kereta api kembali terendam dan perjalanan kereta api dibatalkan," tambahnya.
Kerahkan Alat Berat
Mengatasi banjir akibat jebolnya tanggul sungai di sejumlah daerah tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengerahkan sedikitnya 20 alat berat untuk melakukan perbaikan dan penambalan tanggul secara darurat.
Langkah percepatan penambalan dan perbaikan dengan mengerahkan puluhan alat berat ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan banjir yang berada di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah tersebut, karena intensitas hujan yang tinggi dan banyaknya tanggul jebol membuat banjir belum surut hingga puluhan ribu warga terdampak.
"Sebagai bagian dari respons cepat Kementerian PU, BBWS Pemali Juana telah mengerahkan 20 unit alat berat untuk menutup tanggul sungai yang jebol, membersihkan sampah yang menyumbat jembatan dan gorong-gorong serta melakukan penggalian alur sungai guna memperlancar aliran air sejak awal bencana," kata Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto.
Tidak hanya itu, ungkap Sudarto, sejumlah alat berat juga diturunkan untuk membuka akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara yang sebelumnya tertutup timbunan material longsor yang cukup masif hingga mengakibatkan ribuan warga terisolasi saat ini berangsur pulih dan kini dikakukan perbaikan infrastruktur yang ada.
Langkah dilakukan BBWS Pemali Juana, menurut Sudarto, yakni berkolaborasi dengan BPBD melakukan pengalihan alur sungai menggunakan krib dan bronjong yang selanjutnya akan dibangun jalan darurat di atasnya agar dapat dilalui kendaraan roda empat. "Juga penanganan longsoran tanggul Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati," tambahnya.
Berdasarkan rapat koordinasi bersama di Kantor DPRD Kudus pada 16 Januari 2026 lalu, demikian Sudarto, disepakati bahwa sebagian besar wilayah terdampak banjir di Kudus telah berhasil ditangani dan genangan air berangsur surut.l, sehingga akan melanjutkan pekerjaan normalisasi Sungai Juwana yang melintasi Kabupaten Kudus dan Pati. (H-2)





