Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas pendakian Gunung Kerinci yang berada di perbatasan provinsi Jambi dan Sumatera Barat (Sumbar) masih ditutup meski aktivitas kegempaan mulai menurun, karena untuk ritual adat di sekitar kaki gunung tersebut.
Kepala Resort Gunung Kerinci Eko Supriyatno mengaku, pihak pengelola bersama pegiat lingkungan dan masyarakat sekitar kaki gunung menjadwalkan bersih-bersih sampah di jalur pendakian serta melaksanakan ritual adat yang melibatkan desa di kaki gunung Kerinci.
Advertisement
"Kami bekerja sama dengan empat desa yang dimotori Desa Kersik Tuo akan melakukan ritual bersih-bersih juga secara adat dan direncanakan juga untuk potong kambing," ujar Eko di Jambi melansir Antara, Minggu (18/1/2026).
Dia menjelaskan, rencana ritual itu mengingat sejumlah masyarakat pernah mendapat permintaan pesan dari gunung yang meminta untuk segera melakukan bersih-bersih. Sesuai dengan tradisi turun temurun warga di sekitar Gunung Kerinci.
"Desa yang akan terlibat dalam ritual adat dan bersih-bersih gunung, meliputi Desa Kresik Tuo, Desa Batang Sangir, Lindung Jaya dan Mekar Jaya. Ritual tersebut direncanakan pada 22 Januari 2026," papar Eko.
Ia mengatakan, Resort Gunung Kerinci bersama relawan dari pelaku wisata dan kelompok lain akan melaksanakan kegiatan sukarela (volunteer), melakukan kegiatan pembersihan sampah di jalur pendakian.
"Kegiatan itu, dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026. Jadi, acara bersih-bersih tanggal 23-25 Januari 2026 yang kita rencanakan beserta volunteer," kata Eko.




