JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir di sejumlah ruas jalan di Jalan Boulevard Timur, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1/2026) membuat sejumlah pengemudi ojek online (ojol) memilih mematikan aplikasi.
Salah satu pengemudi ojol yang mematikan aplikasi adalah Ahmad Maulana (33). Ia memilih menepikan motornya dan menghentikan sementara aktivitasnya karena genangan air yang cukup tinggi.
Sebagai pengemudi ojol, Ahmad mengaku kesulitan mengambil pesanan di tengah kondisi banjir. Ia menilai situasi tersebut meningkatkan risiko di lapangan, baik bagi pengemudi maupun kendaraan.
Baca juga: Genangan di Jalan Jembatan Tiga Penjaringan Mulai Surut, Kendaraan Dapat Melintas
“Sebagai pengemudi ojek online dengan adanya banjir seperti ini susah kalau buat dapat orderan ya. Customer kan juga enggak tahu kondisi hujannya kayak gimana, terus jalan banjir yang dilewati,” ujar Ahmad saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.
Menurut Ahmad, risiko terbesar bagi pengemudi ojol adalah kerusakan kendaraan apabila nekat menerobos banjir. Sementara, pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan potensi kerugian.
“Kalau kita terjang banjir, kondisi motor bisa rusak. Argo enggak seberapa, tapi motor kita rusak dan customer minta buru-buru sampai tujuan,” ucap Ahmad.
Ahmad mengatakan, pengemudi ojol juga kerap tidak mengetahui kondisi lokasi penjemputan maupun tujuan pelanggan terdampak banjir atau tidak.
Meski begitu, masih ada alternatif untuk mencari jalur yang tidak terlalu tergenang. Namun, hujan yang turun terus-menerus membuat kondisi di lapangan semakin sulit.
“Kalau carinya yang enggak terlalu banjir kan masih bisa. Tapi kalau kondisi hujan begini kan kita juga pusing. Orderan enggak terlalu banyak,” ujarnya.
Menurut dia, dalam kondisi banjir, pelanggan umumnya hanya berharap tiba di tujuan dengan selamat tanpa memahami kendala teknis yang dialami pengemudi ojol di lapangan.
“Kalau motor rusak kan customer enggak tahu menahu, tahunya sampai tujuan dengan selamat,” katanya.
Baca juga: KRL Bogor-Kota Kembali Normal Minggu Siang, Rute Lain Masih Terdampak Banjir
Karena itu, Ahmad memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitasnya dan tidak mengambil pesanan hingga kondisi membaik.
“Sekarang saya memutuskan untuk menepi sebentar dan enggak mengambil orderan. Kalau dilanjutin juga percuma, kita enggak tahu kondisi banjir di mana,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat hujan lebat disertai banjir, jumlah pesanan biasanya menurun.
Meski tarif bisa meningkat, kekhawatiran terhadap kondisi kendaraan tetap menjadi pertimbangan utamanya.



