PANGKEP, KOMPAS—Tim pencarian dan pertolongan atau SAR gabungan menyiapkan berbagai langkah antisipasi terkait proses dan jalur evakuasi. Dari beberapa alternatif, evakuasi via darat melalui jalur Tompo Bulu paling memungkinkan. Adapun evakuasi melalui jalur udara, sangat tergantung kondisi medan untuk pendaratan dan cuaca.
“Untuk evakuasi kita siapkan dua alternatif. Yang pertama apabila korban berada di puncak Bulusaraung, otomatis jalan satu-satunya harus dievakuasi ke Posko Tompo Bulu. Tapi apabila mendekati jalan poros, maka evakuasinya bisa kita lakukan ke Kecamatan Balocci,” ujar Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1421 Pangkep, Letnan Kolonel TNI Bhakti Yuhandika di Posko SAR Tompo Bulu, Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026)
Bhakti mengatakan, lokasi penemuan bangkai pesawat ke Tompo Bulu berkisar 3 hingga 3,5 kilometer. Dengan jalur darat, perjalanan akan memakan waktu lebih dari tiga jam. Elevasinya berkisar 700 sampai 800 meter. Walau tak terlampau tinggi, medan terjal dan tebing membuat jalur ke lokasi serpihan pesawat ini menjadi rawan. Ketinggian Bulusaraung adalah 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl).
”Untuk evakuasi udara belum bisa dipastikan. Hal ini berkaitan dengan landasan heli yang tidak memungkinkan dan juga kondisi cuaca. Tapi opsi ini tetap dijadikan alternatif sesuai arahan komando atas,” ucap Bhakti.
Untuk proses evakuasi, lanjut Bhakti, sudah dibentuk empat tim. Yang pertama, adalah tim aju yang telah berangkat pada Minggu pukul 06.20 Wita. Tim ini yang menemukan serpihan-serpihan yang sebelumnya terpantau dari udara. Selanjutnya, tim kedua berangkat dengan tujuan sama. Tugasnya melakukan evakuasi. Hanya saja tim ini masih terkendala cuaca.
“Yang terakhir dari evakuasi tersebut, kita mengirimkan satu tim gabungan lagi tim 3 dan 4. Disitu kita menyusuri jalanan yang ada di bawah, untuk alternatif ke titik lokasi, jalan poros menuju Balocci,” katanya.
Bhakti menambahkan, sampai saat ini tim belum menemukan korban, baik dalam wujud mayat utuh maupun potongan tubuh. Yang ditemukan baru serpihan pesawat.
“Untuk evakuasi serpihan, sejauh ini masih menunggu arahan perintah dari atasan tapi kita tetap fokus mengevakuasi korban dulu. Jadi kita mencari korban manusianya, baru nanti kita memikirkan untuk mengevakuasi pesawat itu,” ucapnya.
Pantauan di Desa Tompo Bulu menunjukkan, sejak pagi cuaca terus berubah-ubah. Kadang berkabut tebal, hujan, kalu kembali cerah. Tak lama kemudian kembali berkabut.
Kondisi ini menyulitkan tim yang akan melaksanakan penyisiran ke bawah, terutama menyulitkan tim vertikal ke lokasi serpihan pesawat. Belum lagi medan terjal, gunung-gunung berbatu, serta jurang yang cukup curam. Adapun lokasi serpihan berkisar 500 meter dari puncak ke arah bawah.
Sebelumnya, serpihan besar bagian ekor pesawat ini ditemukan dalam pencarian oleh tim udara pada Minggu (18/1/2026). Tim menemukan dua serpihan jendela pesawat di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT. Selanjutnya serpihan besar ditenukan pada koordinat S 04 55 46 E 119 44 51.
“Saat ini tim heli. berupaya mencari jalan terdekat dari lokasi serpihan untuk menurunkan rim evakuasi. Kondisi saat ini Bulusaraung berkabut hingga tim harus menunggu hingga cuaca memungkinkan,” kata Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar.




