JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir merendam sejumlah wilayah di Jalan Krama Yudha, Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga 150 sentimeter pada Minggu (18/1/2026).
Ketua RT 07 RW 05 Rawa Terate, Zaenap (46), mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dalam lima tahun terakhir.
“Kayaknya memang banjir lima tahunan ini, terakhir tahun 2021 kalau enggak salah. Semalam deras banget hujannya. Tapi biasanya kalau hujan banjirnya paling mecek-mecek, enggak separah ini,” ujar Zaenap saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.
Baca juga: Pilih Matikan Aplikasi Saat Banjir, Pengemudi Ojol: Argo Tak Seberapa, Motor Bisa Rusak
Menurut Zaenap, hujan mulai mengguyur wilayahnya sejak pukul 02.00 WIB dan mencapai intensitas tertinggi sekitar pukul 04.00 WIB. Tak lama setelah itu, air mulai menggenangi permukiman warga.
“Jam empat itu lagi deras-derasnya. Sampai setengah lima sudah banjir, sudah naik airnya (ke jalan),” kata dia.
Ia menjelaskan, ketinggian air di wilayah RT 07 berkisar 80 hingga 90 sentimeter.
Namun, di beberapa titik yang berada lebih ke dalam permukiman, genangan air bahkan mencapai lebih dari satu meter.
“Kalau di RT ini (07) sendiri sekitar 80–90 sentimeter. Tapi kalau yang agak ke dalam rumah yang ditempati anak saya sekitar satu meter lebih, sepaha lah. Kalau di luar bisa sepinggang,” ujarnya.
Zaenap menyebut banjir merendam hampir seluruh wilayah RW 05, mulai dari RT 01 hingga RT 10. Kondisi terparah terjadi di RT 10 dengan ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari 1,5 meter.
Ia menambahkan, saluran air di wilayahnya sebenarnya berfungsi normal. Namun, banjir merata yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar, di antaranya Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Kampung Sawah, Kota Bekasi, menyebabkan air tidak mengalir keluar dan justru berputar di kawasan permukiman.
Baca juga: Banjir Tol Sedyatmo, Warga Diminta Siapkan Jalur Alternatif ke Bandara Soetta
Sebelum banjir meluas, Zaenap mengaku telah mengimbau warga untuk mengamankan barang-barang berharga, terutama perabotan dan barang elektronik.
“Saya sudah bilang ke warga, barang-barang dikardus-kardusin, pakai plastik, ditaruh di atas atau di loteng,” ujarnya.
Untuk kendaraan roda dua, warga diarahkan memindahkan motor ke lokasi yang lebih tinggi atau ke dalam rumah yang memiliki lantai lebih tinggi.
Ia menuturkan, jika ketinggian air terus meningkat hingga melampaui satu meter, warga biasanya akan diarahkan untuk mengungsi.
“Biasanya ngungsi itu kalau ketinggiannya sudah lebih dari satu meter. Di balai warga atau di Masjid Al-Istiqomah yang ada di depan jalan raya,” ujarnya.
Zaenap menyebut bantuan dari pemerintah setempat, TNI, dan Polri mulai berdatangan sejak pagi hari meski belum menjangkau seluruh warga terdampak.
“Tadi sudah dapat bantuan sembako, tapi belum semuanya. Yang di pinggir jalan aja. Ada roti-roti, air, tapi belum semuanya dapat,” katanya.
Baca juga: Pluit Banjir hingga 50 sentimeter, Mobil dan Motor Mogok di Tengah Jalan
Pantauan Kompas.com hingga pukul 13.30 WIB, genangan air di jalan utama Rawa Terate mulai berangsur surut seiring berhentinya hujan di wilayah tersebut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




