Melihat Tanjakan Yapan Sawangan, Kerap Bikin Truk Gagal Nanjak

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Kondisi jalan menanjak di Jalan Raya Muchtar, tepatnya di dekat Simpang Tugu Batu, Sawangan, Kota Depok, disebut berisiko bagi truk dan mobil.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Minggu (18/1/2026), tanjakan ini berada di antara SMA Yapan Depok dan Simpang Tugu Batu.

Tanjakan yang dikenal warga sebagai “Tanjakan Yapan” itu memiliki panjang sekitar 70–80 meter dengan lebar jalan sekitar 8–10 meter.

Baca juga: Nekat Terobos Banjir di Kelapa Gading, Sejumlah Motor Mogok

Dari arah Bojongsari menuju Margonda, bentuk tanjakan ini disertai belokan ke kiri. Meski kemiringannya tidak tergolong curam, beban tanjakan terasa cukup berat, terutama di bagian patahan jalan sebelum belokan.

Hal itu dirasakan saat Kompas.com mencoba melintasi tanjakan dengan berjalan kaki. Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua dan mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi saat melewati lokasi tersebut.

Sementara itu, bus dan truk terdengar mengeluarkan deru mesin yang cukup keras, seolah bekerja ekstra untuk dapat melewati tanjakan.

Meski permukaan jalan tergolong mulus, masih ditemukan bagian badan jalan yang bergelombang. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat arus lalu lintas sedang padat.

Salah seorang juru parkir di sekitar lokasi, Yayat, mengatakan tanjakan tersebut kerap menjadi titik rawan insiden antar kendaraan. Ia menyebutkan, kejadian biasanya melibatkan truk bermuatan berat atau mobil pribadi yang gagal menanjak.

“Dalam sehari mah pasti ada saja yang gak bisa nanjak gitu mah, ya mobil atau truk. Biasanya pas waktu sibuk,” ucap Yayat saat ditemui di lokasi, Minggu.

Baca juga: Pilih Matikan Aplikasi Saat Banjir, Pengemudi Ojol: Argo Tak Seberapa, Motor Bisa Rusak

Ia memperkirakan, dalam sepekan bisa terjadi sekitar lima insiden serupa di titik tersebut.

Meski tidak selalu berujung kecelakaan serius, kendaraan yang gagal menanjak sudah menjadi pemandangan yang cukup sering ditemui.

“Gak selalu kecelakaan, kadang kondisinya kayak mesin mobil mati kalo manual. Jadinya nanti mobil lama tuh geraknya karena berhenti di tanjakan,” ujar Yayat.

Tak berbeda jauh, warga setempat bernama Ridho mengatakan, kebanyakan pengendara mobil memilih berada di ujung bawah tanjakan setiap ada truk di depannya.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan truk gagal menanjak dan menyebabkan benturan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Beberapa kali saya lihat sih mobil suka sengaja diem di bawah dulu kalo ada truk depannya, diem pas depan Yapan,” jelas Ridho.

“Tapi ya ini biasanya pas lagi gak terlalu padat (jalannya),” imbuhnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bawakan Enam Lagu, Minho SHINee Guncang Panggung HUG K-Pop Concert Indonesia
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Sepekan: Antam Naik Rp 32 Ribu, Galeri24 Menguat Rp 73 Ribu
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Serasa di Water Park, Bocah di Pademangan Riang Main Banjir
• 10 jam laludisway.id
thumb
Haid Terasa Berhenti setelah Keramas? Begini Penjelasan Medisnya
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
2 Jalur Kereta di Tokyo Lumpuh hingga 9 Jam, Ratusan Ribu Penumpang Terdampak
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.