Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Masuk Kantong Jenazah, Dievakuasi dengan Jalan Kaki

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Rifiana Seldha

TVRINews, Makassar

Satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, telah berhasil dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Namun, proses evakuasi korban terpaksa dilakukan melalui jalur darat atau berjalan kaki akibat cuaca buruk dan kondisi medan yang ekstrem.

Hal tersebut disampaikan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, dalam keterangan resmi kepada awak media di Posko Aju (AJU) Makassar, Minggu, 18 Januari 2026 pukul 14.50 WIB.

“Ada berita yang cukup menggembirakan, beberapa saat yang lalu, tim kita juga sudah menemukan jenazah dan sekarang jenazah posisinya sudah masuk kantong. Dan tim sedang berusaha keras untuk menaikkan, karena posisinya kurang lebih sekitar 200 meter di bawah tebing yang sangat curam,” ungkap Bangun di Makassar, Minggu sore. 

Terkait skenario evakuasi, Pangdam menyebut untuk hari ini jenazah akan diupayakan dievakuasi secara manual melalui jalur darat menuju Posko AJU Tompobulu. Sementara opsi evakuasi udara baru akan dipertimbangkan jika cuaca membaik.

“Baik untuk skenario yang untuk sore hari ini mudah-mudahan bisa kita akan berusaha untuk membawa jenazah itu dengan menggunakan jalan kaki. Evakuasi darat yaitu ke Posko AJU Tompobulu ini,” katanya.

Bangun Nawoko menjelaskan, tantangan utama dalam proses evakuasi adalah cuaca ekstrem yang kembali memburuk sejak siang hari. Hujan deras disertai kabut tebal membuat jarak pandang sangat terbatas, sehingga seluruh proses dilakukan dengan kehati-hatian tinggi.

“Untuk visibility kita sangat terganggu. Namun, tim dengan tetap memperhatikan faktor keamanan, sedang berjuang keras untuk mengevakuasi jenazah yang sudah berhasil dimasukkan ke dalam kantong jenazah,” paparnya.

Mayjen tersebut juga menjelaskan posisi tempat korban ditemukan, “Jadi ini posisinya di tebing karena sepertinya setelah menabrak puncak itu mungkin seperti rolling ke bawah gitu, maka beberapa bagian itu terpisah. Ada yang 50 meter, ada yang sampai 100 dan bahkan 100 meter lebih,” jelasnya lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi mengenai jumlah korban yang telah ditemukan, Pangdam memastikan hingga saat ini baru satu jenazah yang berhasil dievakuasi dari lokasi dan akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar.

“Betul (satu korban), jadi nanti kita akan dibawa ke Posko AJU ini, selanjutnya kita akan bawa ambulance langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sesuai dengan kesepakatan dari tim yang sudah kita sampaikan di pagi hari tadi.” ujarnya Bangun.

Selanjutnya, Bangun Nawako menjabarkan alasan kenapa jenazah nantinya dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara, dikarenakan tim DVI sudah standby di lokasi tersebut sehingga nanti akan memudahkan proses identifikasi dari jenazah. 

Kemudian untuk skenario evakuasi kedua, Bangun Nawako mengkonfirmasi jika cuaca membaik ada skenario yang lebih mudah yaitu evakuasi menggunakan helikopter. Namun demikian, evakuasi menggunakan helikopter ini akan kita pertimbangkan betul dengan faktor cuaca.

Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan instansi terkait masih melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah kondisi alam yang ekstrem.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bobotoh ‘El Sosmed’ Beraksi: Serbu Instagram Sergio Ramos, Rayu Gabung ke Persib Bandung
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Liga Spanyol: Betis Masuk Zona Eropa, Osasuna Berbalik Unggul atas Oviedo
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.100 Pekan Depan, Ini Indikatornya
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Imbas Banjir Jakarta dan Semarang: 82 Perjalanan Kereta & 8.615 Tiket Dibatalkan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Satu Jasad Kecelakaan Pesawat ATR Ditemukan SAR Gabungan
• 9 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.