Misi Artemis II Dimulai, Manusia Siap Kembali ke Bulan

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Roket peluncur superbesar Space Launch System dan wahana antaraiksa Orion yang akan membawa manusia kembali ke Bulan dalam misi Artemis II telah berada di landas luncur 39B di Bandar Antariksa Kennedy, Florida, Amerika Serikat. Jika semua berjalan lancar, roket dan wahana itu akan diluncurkan ke Bulan pada awal bulan depan.

Kendaraan Crawler-Transporter 2 milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) keluar dari gedung perakitan roket di Bandar Antariksa Kennedy, Florida, AS, pada Sabtu (17/1/2026) pagi waktu setempat atau malam waktu Jakarta. Kendaraan tersebut membawa roket peluncur Space Launch System (SLS) dan wahana antariksa Orion yang ada di puncak.

Dari gedung perakitan menuju landas luncur 39B sejatinya hanya berjarak 6,5 kilometer. Namun, untuk memindahkan roket SLS dan Orion itu butuh waktu hampir 12 jam. Gerak lambat itu terjadi karena roket yang diangkut dalam keadaan terisi memiliki bobot sekitar 5.000 ton dan dibawa dalam posisi berdiri tegak dengan ketinggian lebih dari 98 meter.

Baca JugaSetelah Tertunda 2,5 Bulan, Misi Artemis Meluncur ke Ruang Angkasa

”Kendaraan Crawler-Transporter 2 melaju dengan kecepatan jelajah kurang dari 1,3 kilometer per jam,” kata Direktur Peluncuran Artemis NASA Charlie Blackwell-Thompson pada Jumat (16/1/2026), seperti dikutip Space, Sabtu (17/1/2026). Kecepatan kendaraan akan berkurang atau lebih lambat saat melintasi jalur berbelok atau menanjak.

Setelah SLS dan Orion sampai di landas luncur, para insinyur akan memulai serangkaian kegiatan untuk mempersiapkan peluncurannya. Kegiatan itu meliputi penyambungan SLS dengan sejumlah sistem pendukung, seperti saluran listrik, sistem kontrol bahan bakar, dan saluran untuk memasukkan propelan kriogenik yang akan menjadi bahan bakar roket.

Berikutnya, NASA akan melakukan gladi resik ”basah” (wet dress rehearsal/WDR), yaitu latihan skala penuh untuk peluncuran roket dan melakukan simulasi hitung mundur yang berhenti tepat sebelum mesin dinyalakan. Pada fase ini juga akan dilakukan pengisian propelan cair ke dalam tangki roket sehingga disebut gladi resik ”basah”.

Gladi resik itu akan dilakukan pada 2 Februari 2026 mendatang. Jika ada masalah dalam fase gladi resik ”basah”, NASA bisa saja mengembalikan SLS dan Orion ke gedung perakitan untuk diperbaiki. Namun, jika gladi resik berhasil, itu akan membantu menentukan jadwal peluncuran SLS ke luar angkasa.

Artemis II ini akan meletakkan dasar bagi misi Artemis III di masa mendatang untuk mendaratkan manusia di Bulan.

Belajar dari pengalaman misi Artemis I, maka munculnya gangguan pada roket saat gladi bersih itu sangat mungkin terjadi. Saat itu, selama gladi resik ”basah” itu, NASA beberapa kali mengembalikan roket SLS ke gedung perakitan karena terjadinya kebocoran hidrogen cair. Ini merupakan masalah yang besar sehingga bisa menunda peluncuran misi.   

Misi Artemis I merupakan bagian atau tahapan dari misi Artemis NASA yang bertujuan untuk mendaratkan kembali manusia di Bulan. Misi Artemis itu dibagi dalam beberapa tahapan.

Baca JugaBulan, Terminal Perjalanan Manusia Menuju Mars

Dalan misi Artemis I, NASA menargetkan untuk mengirimkan kapsul Orion tanpa awak ke orbit Bulan. Misi ini diluncurkan pada 16 November 2022 dan berakhir saat Orion kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik pada 11 Desember 2022.

Mengorbit Bulan

Target dari misi Artemis II adalah untuk mengirimkan wahana antariksa Orion yang membawa empat antariksawan untuk mengorbit Bulan, tidak sampai mendaratkan manusia di Bulan (moon). Pendaratan manusia di Bulan direncanakan akan dilakukan pada misi Artemis III.

Keempat antariksawan dalam misi Artemis II ini terdiri atas tiga astronot NASA, yaitu Reid Wiseman selaku komandan misi, pilot Victor Glover, dan spesialis misi yang juga satu-satunya perempuan dalam misi ini Christina Koch. Satu antariksawan lagi berasal Badan Antarika Kanada (CSA) Jeremy Hansen yang menjadi spesialis misi kedua.

“Kami sangat siap untuk menjalani misi ini,” kata Hansen.

Misi untuk mengorbit Bulan ini akan berlangsung selama 10 hari sejak diluncurkan, mengelilingi Bulan, hingga kembali ke Bumi. Ini akan menjadi misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun terakhir. Manusia, terakhir kali menjangkau Bulan pada tahun 1972 melalui misi Apollo 17.

Jika semua persiapan berjalan lancar, seperti ditulis BBC, maka SLS dan Orion paling cepat akan diluncurkan pada 6 Februari 2026. Penentuan waktu peluncuran itu bukan hanya bergantung pada kesiapan roket atau faktor cuaca, tetapi juga sangat bergantung pada posisi Bulan saat peluncuran.

Karena itu, waktu peluncuran misi Artemis II ini memiliki jendela peluncuran Februari pada tanggal 6, 7, 8, 10 dan 11, Maret pada 6, 7, 8, 9, dan 11, serta April pada 1, 3, 4, 5, dan 6. Artinya, waktu peluncuran misi dalam ketiga bulan itu hanya ada pada sepertiga awal bulan serta mulai pertengahan hingga akhir bulan tidak akan ada kesempatan untuk meluncurkan SLS.

Baca JugaPeluncuran Roket Artemis I NASA Batal akibat Gangguan Mesin

Setelah roket dan wahana meluncur dan mencapai orbit Bumi, antariksawan di Orion akan menguji bagaimana wahana antariksa itu bekerja. Orion akan melakukan uji terbang manual di orbit Bumi untuk mengendalikan dan menyelaraskan wahana antariksa Orion agar siap mendarat di Bulan.

Selanjutnya, setelah melakukan uji terbang, mereka akan menuju ke orbit Bulan yang berjarak ribuan kilometer dari permukaan Bulan. Di fase ini, antariksawan akan memeriksa sistem pendukung kehidupan, propulsi, daya, dan navigasi kapsul Orion. Tak hanya itu, awak Orion juga akan menjadi percobaan uji medis, proses pengiriman data dan citra luar angkasa ke Bumi.

Proses uji wahana baru ini mirip yang dilakukan antariksawan uji Butch Wilmore dan Suni Williams yang menguji Boeing Starliner pada Juni 2024. Namun akibat adanya masalah dalam kapsul, perjalanan pergi pulang dari Bumi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang dijadwalkan hanya delapan hari akhirnya justru berlangsung selama 93 hari.

Dengan demikian, misi Artemis II ini cukup berisiko karena kerusakan yang terjadi pada kapsul bisa membuat Orion dan keempat antariksawan di dalamnya terjebak dalam orbit Bulan.

Semua kerja dan proses uji itu dilakukan dalam kondisi yang cukup menantang, yaitu dilakukan dalam ruang kecil kapsul Orion dalam kondisi tanpa bobot. Tingkat radiasi di wahana ini juga jauh lebih besar dibanding paparan radiasi yang ada di ISS yang ada di orbit rendah Bumi. Meski demikian, paparan radiasi di Orion itu masih dalam batas aman.

Setelah misi mengorbit Bulan selesai, antariksawan akan membawa Orion pulang ke Bumi. Perjalanan kembali ini juga tidak mudah karena mereka akan melewati jalur yang ‘bergelombang’ akibat perbedaan tekanan dan gesekan saat melalui atmosfer Bumi. Mereka akan mendarat di Samudra Pasifik, di lepas pantai barat AS.

Baca JugaKe Bulan, Manusia Akan Kembali

Semua tahapan terbang Orion dalam Artemis II itu dilakukan untuk memastikan keamanan wahana, jalur, dan operasi misi Artemis yang akan datang. Karena itu, Artemis II ini akan meletakkan dasar bagi misi Artemis III di masa mendatang untuk mendaratkan manusia di permukaan Bulan.

Misi Artemis II ini berlangsung dalam situasi yang penuh tekanan, baik terkait pembatasan anggaran NASA yang dilakukan pemerintah AS maupun dorongan untuk segera meluncurkan Artemis II. Meski demikian, ketua tim manajemen misi Artemis NASA John Honeycutt menegaskan bahwa mereka tidak berkompromi dengan keselamatan.

“Kami hanya memiliki satu tugas, yaitu memulangkan Reid, Victor, Christina, dan Jeremy dengan selamat,” katanya. Karena itu, mereka akan meluncurkan SLS dan Orion jika semua sistem benar-benar siap.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banting Harga, Sepeda Listrik Cuma Rp3 Jutaan di Transmart
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hujan Deras Kepung Jakarta, 48 RT Masih Terendam Banjir Hingga Minggu Siang
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Pemkot dan PMI Jakarta Timur Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Tiga Kelurahan Cakung
• 51 menit lalupantau.com
thumb
Tips Mencegah Penularan Virus Influenza, Lakukan Olahraga Rutin
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Membaca Kembali Venezuela dan Kegagalan Negara
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.