Baru-baru ini, seorang anak perempuan berusia 6 tahun di Henan mengalami demam selama 17 hari disertai gangguan kesadaran. Setelah pemeriksaan medis, dokter sangat terkejut menemukan bahwa otak anak tersebut telah “terkikis” hingga muncul lebih dari sepuluh lubang akibat jamur Aspergillus fumigatus. Jika terlambat beberapa hari lagi, otaknya berisiko “terkikis kosong”.
EtIndonesia. Televisi dan Radio Henan melaporkan pada 15 Januari bahwa gadis 6 tahun tersebut mengalami demam tinggi yang berlangsung selama 17 hari dan disertai gejala kesadaran tidak jelas, sehingga ia dirujuk ke sebuah rumah sakit di Zhengzhou untuk perawatan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan adanya belasan lubang kecil dan besar di otaknya. Jika datang sedikit lebih lambat, otak anak tersebut kemungkinan besar akan “terkikis habis”. Melalui pengujian, dipastikan bahwa “pelaku sebenarnya” yang menyebabkan demam berkepanjangan dan kerusakan otak tersebut adalah jamur Aspergillus fumigatus.
Dokter menjelaskan bahwa jamur Aspergillus fumigatus biasanya bersembunyi di lingkungan yang lembap. Jamur ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, lalu masuk ke sistem peredaran darah, dan selanjutnya “menjalar” ke otak. Anak tersebut diduga terpapar jamur saat bermain di lingkungan lembap dan menghirup spora jamur tersebut hingga jatuh sakit.
Kasus seorang anak 6 tahun yang menghirup Aspergillus fumigatus hingga mengalami demam dan terbentuk rongga di otaknya ini menarik perhatian luas. Seorang warganet berseru, “Belasan lubang—apakah masih bisa dipulihkan?”
Warganet lain berkomentar, “Inilah alasan mengapa rumah tua di pegunungan sering dianggap ‘angker’. Anak-anak bermain di rumah lama, lalu keracunan atau terinfeksi hingga kesadarannya terganggu, seperti kerasukan.”
Dokter mengingatkan bahwa kamar mandi dan balkon rumah mudah menjadi tempat berkembangnya jamur karena lembab. Oleh karena itu, jendela harus sering dibuka untuk ventilasi, dan area yang berjamur harus segera ditangani.
Selain itu, jika kamar tidur tidak memiliki ventilasi yang baik, kasur dan perlengkapan tidur juga mudah berjamur, sehingga perlu sering dijemur. (Hui)
Laporan gabungan oleh jurnalis Luo Tingting / Editor Wen Hui




