Destinasi Wisata yang Mulai Ditinggal Turis, Ada dari Indonesia

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor pariwisata global menghadapi tantangan besar. Beberapa destinasi yang dulunya dianggap sebagai surga dunia kini mulai kehilangan pesonanya akibat overtourism (kelebihan turis), kerusakan lingkungan, biaya yang meroket, hingga komersialisasi berlebihan.

Tempat-tempat yang dulunya menawarkan ketenangan budaya dan keindahan alam, kini berubah menjadi kawasan yang padat, macet, dan mahal. Wisatawan pun mulai merasakan bahwa "jiwa" dari destinasi tersebut perlahan memudar.

Berikut adalah 10 destinasi populer dunia yang dinilai mulai kehilangan daya tariknya, sebagaimana dirangkum dari laporan perjalanan terbaru:

Venesia, Italia

Kota kanal yang romantis ini terus berjuang melawan gelombang turis yang tak terbendung. Jalan-jalan sempit kini penuh sesak, dan kehadiran kapal pesiar besar mengganggu kehidupan lokal serta infrastruktur kota. Pasar terapung dan alun-alun terasa makin komersil, membuat Venesia terasa kurang tenang dibandingkan masa lalu.

Foto: REUTERS/Yara Nardi
A view of St. Mark's Campanile in Venice with a sailboat in the lagoon ahead of the expected wedding of Amazon founder Jeff Bezos and Lauren Sanchez, in Venice, Italy, June 22, 2025. REUTERS/Yara Nardi

Mykonos, Yunani

Dikenal dengan bangunan putih dan kehidupan malamnya, Mykonos kini dianggap terlalu mahal dan padat. Masuknya turis kelas atas mengubah karakter asli pulau ini. Toko butik dan distrik hiburan terasa sangat komersial, menghilangkan sisi otentik yang dulu menjadi daya tarik utamanya.

Baca: 10 Negara Paling Damai di Dunia, Cuma Ada Satu di Asia

Barcelona, Spanyol

Terkenal dengan arsitektur Gaudi dan pantainya, Barcelona kini menghadapi masalah serius akibat lonjakan penyewaan jangka pendek dan biaya hidup yang mahal bagi warga lokal. Lingkungan yang dulunya otentik kini didominasi turis, sementara lokasi populer seperti La Rambla dan Park Güell terasa sangat semrawut.

Foto: Esquerra de l'Eixample, Barcelona. Ist

Dubrovnik, Kroasia

Berkat popularitasnya sebagai lokasi syuting film, "Mutiara Adriatik" ini dibanjiri penumpang kapal pesiar setiap harinya. Jalanan kota tua yang bersejarah menjadi macet total. Banyak toko dan restoran kini hanya melayani selera turis, membuat wisatawan sulit menikmati pesona sejarah kota ini dengan tenang.

Baca: Di Era Belanda Sebelum Ada Hotel, Turis ke Indonesia Nginap di mana?

Phuket, Thailand

Meskipun masih menjadi primadona wisata tropis, pesona asli Phuket mulai tergerus pembangunan resor yang mendominasi garis pantai. Masalah lingkungan seperti kerusakan terumbu karang dan penumpukan sampah menjadi isu utama. Budaya lokal dan desa nelayan yang tenang kini makin tertutup oleh pariwisata komersial.

Foto: Phuket berjuang melawan krisis pengelolaan sampah di tengah tujuan pariwisata berkelanjutan. (REUTERS/Napat Wesshasartar)

Cancun, Meksiko

Sebagai tujuan favorit pelancong musim semi (spring breakers), Cancun kini dianggap terlalu padat dengan pembangunan hotel beton yang menutupi pantai. Area wisata sangat mendominasi budaya lokal, dan masalah polusi mulai mengancam ekosistem sekitar, membuat suasananya terasa "buatan".

Bali, Indonesia

Pulau Dewata masuk dalam daftar ini karena dampak pariwisata yang tak terkendali. Meskipun kekayaan budayanya masih kuat, area populer kini mengalami kemacetan parah dan masalah sampah plastik. Pembangunan yang masif membuat beberapa desa terasa lebih komersial daripada otentik, ditambah dengan harga akomodasi yang terus naik.

Foto: Pantai Kelingking, Nusa Penida. (Shutterstock)

Ibiza, Spanyol

Legenda pesta dunia ini mulai kehilangan karakter aslinya. Klub malam mendominasi hiburan, sementara desa-desa yang dulunya tenang kini ikut tergerus komersialisasi. Pantai-pantai populer mengalami kepadatan dan tekanan lingkungan seperti sampah dan erosi pantai.

Santorini, Yunani

Pemandangan kaldera dan matahari terbenam di Santorini memang menakjubkan, namun jumlah pengunjung yang membludak merusak suasananya. Jalanan sempit menjadi macet parah, terutama saat kapal pesiar berlabuh. Keintiman dan ketenangan pulau ini perlahan hilang tertutup keramaian.

Foto: Wisata di Santorini. (Dok. Pixabay)

Las Vegas, Nevada (AS)

Kota yang tak pernah tidur ini dinilai makin kehilangan energinya di tengah biaya yang makin mahal dan kepadatan turis. Wisatawan merasa "The Strip" terlalu kacau dan komersial. Banyak yang berpendapat bahwa pesona dan kegembiraan unik yang dulu mendefinisikan Las Vegas kini makin terasa hambar.

Foto: AP/Kin Cheung
FILE - In this Nov. 23, 2014, file photo, people walk across a road in front of the Venetian Macao casino resorts in Macau. An earnings report suggested Wednesday, April 17, 2019, that Las Vegas Sands Corp. paid $96 million to settle a 15-year breach-of-contract dispute with Richard Suen, a Hong Kong businessman who helped the U.S. company open its first casino in the Chinese gambling enclave of Macau. (AP Photo/Kin Cheung, File)

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tok! Batas Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg per Orang
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Banjir Jakarta Minggu (18/1) Rendam 47 RT dan 23 Ruas Jalan
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Menhub Tegaskan Pencarian Intensif Pesawat ATR 42-500, Serpihan Ditemukan di Maros
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ini Alasan Trump Ancam Tarif Negara yang Tolak Rencana AS Akuisisi Greenland
• 20 jam laludetik.com
thumb
Drone untuk tilang elektronik
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.