VIVA – Wacana pemindahan Piala Dunia 2026 kembali mencuat seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Amerika Serikat. Mantan presenter Sky Sports, Jeff Stelling, secara terbuka menyarankan FIFA mempertimbangkan Inggris sebagai tuan rumah alternatif menyusul sejumlah kebijakan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang dinilai berpotensi mengganggu turnamen.
Piala Dunia 2026 sejatinya akan digelar pada Juni hingga Juli 2026 dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama. Total 104 pertandingan dijadwalkan berlangsung, dengan 78 laga di antaranya dimainkan di 11 kota di Amerika Serikat, termasuk New York/New Jersey, Los Angeles, Miami, hingga Dallas. Laga final juga direncanakan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada 19 Juli 2026.
Namun, menjelang turnamen, muncul tekanan politik agar status tuan rumah Amerika Serikat ditinjau ulang. Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump dikaitkan dengan serangkaian kebijakan luar negeri dan langkah militer, serta pembatasan perjalanan dan visa yang dinilai berdampak langsung pada partisipasi suporter dan delegasi dari sejumlah negara peserta Piala Dunia.
- YouTube
Pada Juni 2025, Trump mengumumkan pembatasan perjalanan dan visa dengan alasan melindungi warga Amerika Serikat dari ancaman asing. Kebijakan tersebut diperluas pada 14 Januari lalu, ketika pemerintah AS menambahkan 75 negara ke dalam daftar merah dan menangguhkan pemrosesan visa imigran mereka tanpa batas waktu. Pembekuan itu dijadwalkan mulai berlaku pada 21 Januari dan berdampak pada sejumlah negara yang telah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026, termasuk Haiti dan Iran.
Situasi ini turut memicu reaksi di Inggris. Sebanyak 23 anggota parlemen dari empat partai, Partai Buruh, Liberal Demokrat, Partai Hijau, dan Plaid Cymru, menandatangani mosi yang mendesak badan olahraga internasional mempertimbangkan pengusiran Amerika Serikat dari kompetisi global utama.
Mengutip BBC, para politisi tersebut menilai ajang olahraga internasional tidak boleh digunakan untuk “menormalisasi pelanggaran hukum internasional oleh negara-negara kuat”.
Dalam konteks tersebut, Stelling menilai FIFA perlu bersikap tegas dan realistis. “Saya sepenuhnya setuju. Sejujurnya, mereka harus mempertimbangkan alternatif seperti Inggris,” ujar Stelling, menanggapi desakan agar status tuan rumah Amerika Serikat dicabut.




