Saatnya Beradaptasi untuk Mengurangi Kerugian akibat Banjir di Jakarta

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya, Minggu (18/1/2026). Seketika aktivitas masyarakat tersendat di mana-mana. Kerugian ditaksir mencapai triliunan rupiah. Kondisi ini menuntut adaptasi karena sulit dihindari.

Curah hujan di atas 150 milimeter (mm) per hari sepanjang Sabtu (17/1) hingga Minggu pagi itu melebihi kapasitas infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta. Alhasil, saluran air dan kali meluap, permukiman hingga jalan terendam, dan aktivitas masyarakat terganggu.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah terdampak curah hujan ekstrem di Jakarta antara lain Muara Angke 267 mm per hari, Pasar Ikan 256 mm per hari, Pulomas 223 mm hari, Cempaka Baru 221 mm per hari, Kemayoran 213 mm per hari, Sunter Timur I Koramar 207 mm per hari.

Wilayah lain adalah Waduk Sunter Utara 199 mm per hari, Pinangsia 190 mm per hari, Teluk Gong 187 mm per hari, Aneka Elok 183 mm per hari, Istana 177 mm per hari, Kelapa Gading 163 mm per hari, Ancol 159 mm per hari, Sunter III Rawa Badak 156 mm per hari, dan Pulo Gadung 155 mm per hari.

Wilayah lain dengan curah hujan sangat lebat meliputi Tanjung Priok 149 mm per hari, Cideng 143 mm per hari, dan Pantai Indah Kapuk 135 mm per hari.

Pengajar pada Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Rudy Tambunan, mengatakan, pergeseran pertemuan massa udara dari belahan bumi utara dan belahan bumi selatan atau Inter-Tropical Convergence Zone (ITCZ) telah mendorong pembentukan siklon tropis yang berdampak pada peningkatan intensitas curah hujan.

Apalagi, hujan deras berlangsung bersamaan dengan rob di beberapa lokasi pantai utara Jakarta yang lebih rendah dari muka air laut. "Itu sebabnya perlu percepatan program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)," ujar Rudy, Minggu.

Baca JugaBanjir Warnai Minggu Pagi Warga Jakarta

Pada 24 Desember 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak swasta telah menyepakati konstruksi 14 proyek pengendalian banjir dan rob senilai Rp 2,62 triliun. Proyek jangka menengah tahun 2025-2027 itu disebut Jaktirta.

Jaktirta terdiri dari pembangunan dan kelengkapan sistem tata air Pompa Bulak Cabe di Kelurahan Cilincing, Waduk/ Embung Kebagusan dan Cilandak di Pondok Labu, dan tanggul pengaman pantai NCICD Fase A Tahap 3 Paket 2.

Proyek itu juga menjangkau sistem tata air Pompa Kayu Putih (Polder Kayu Putih), Pompa Kampung Sawah (Polder Sunter Timur II Petukangan Cakung) di Kelurahan Rawa Terate, dan Pompa Cilincing (Polder Sunter Timur II Kebantenan-KBN).

Selain itu, akan dibangun sistem tata air Pompa Pegangsaan Dua dan Pompa Warung Jengkol, serta revitalisasi penataan DAS Polder Kamal Tahap I. Tak ketinggalan sistem tata air Pompa Daan Mogot (Depag, Km 13, Km 13A, Km 13B), Waduk/Embung Sunter Hulu TIU, dan NCICD Fase A Tahap 3 Paket 1.

Baca JugaPotensi Hujan Lebat di Jabodetabek Sepekan ke Depan, Hati-hati Banjir dan Tanah Longsor

Proyek lainnya adalah sistem tata air Pompa Ancol beserta kelengkapannya, Pompa Kali Apuran (Polder Cengkareng Kalideres), dan Pompa Mangga Raya (Polder Kedoya Taman Ratu). Terakhir ada pengerjaan sistem tata air Pompa IKIP Baru, Pompa Cempaka Putih Barat, dan Cempaka Putih Jalan Suprapto (Polder Cempaka Putih).

"Program itu sudah tidak bisa ditunda-tunda karena area banjir makin meluas," kata Rudy.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMANBanjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya ketika hujan deras pada Minggu (18/1/2026). Salah satu dampaknya ialah pembatalan perjalanan kereta api.
Dampak banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, sampai Minggu ini pukul 15.00 WIB, sebanyak 47 RT dan 23 ruas jalan dilanda banjir. Genangannya berkisar 10 sentimeter hingga 1 meter.

Wilayah terdampak di Jakarta Barat ialah Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kamal, dan Tegal Alur. Terdata 29 warga mengungsi ke RPTRA Alur Anggrek.

Baca JugaBanjir Jateng Meluas, Ribuan Orang Mengungsi dan Sejumlah Perjalanan Kereta Api Dibatalkan

Di Jakarta Pusat, banjir merendam kawasan Serdang. Sementara di Jakarta Timur, banjir melanda Cakung Barat, Rawa Terate, dan Cawang. Ada 24 warga mengungsi di Lapangan United Tractors dan Masjid Al istiqomah.

Jakarta Utara tak luput dari banjir. Air menggenangi Pademangan Barat, Tanjung Priok, dan Kapuk Muara.

Banjir juga melanda Kabupaten Bekasi di Jawa Barat. BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan sedikitnya 13 wilayah terdampak dengan ketinggian banjir hingga 2 meter.

Lokasi terdampak di Kampung Poncol, Kampung Kali Ulu, Perumahan Setia Mekar, Kartika Wanasari, Perum PNR Karang Bahagia, Babelan Kota, Kampung Parung Lesang, Desa Sriamur, Desa Bojong Sari, Green Residence, Kampung Kalenderwak, Perum Nebraska Terence, dan Kampung Bogor.

Baca JugaPengendalian Banjir dan Rob, Jakarta Bangun 14 Proyek Jangka Menengah Jaktirta

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menyebut, hujan deras seharian di Jabodetabek berdampak besar pada ekonomi dan kehidupan masyarakat. "Kerugiannya triliunan. Cuma kami nggak berani menyebutkan angka karena datanya yang sangat kompleks," ujarnya pada Minggu siang.

Kerugian terjadi di berbagai sektor. Sektor perdagangan atau ritel, misalnya, sepi pengunjung karena masyarakat khawatir keluar rumah. Layanan transportasi darat, seperti bus, angkot, dan taksi juga terdampak. Sementara itu, transportasi udara ditunda atau dialihkan ke bandara lain.

Menurut Sarman, layanan logistik, hotel, restoran, kafe juga terdampak akibat berkurangnya pengunjung. Ini termasuk berbagai destinasi wisata di Jakarta, seperti Ancol Taman Impian, Taman Mini Indonesia Indah, Taman Margasatwa Ragunan, dan Kota Tua.

"Perputaran uang akibat banjir di wilayah Jabodetabek turun signifikan karena pergerakan warga yang terbatas. Kerugian infrastruktur dialami masyarakat juga cukup besar, mulai dari rumah, berbagai perabotan rumah tangga, kerusakan mobil dan motor," kata Sarman.

Baca JugaAkibat Setengah Hati Mengelola Banjir Jabodetabek

Infrastruktur pemerintah pun terdampak banjir. Contohnya, kerusakan jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya.

Sarman menyatakan, banjir di Jakarta dan sekitarnya sangat mempersempit aktivitas ekonomi. Bencana itu pun dinilai turut menekan daya beli dan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh sebab itu, pemerintah harus mengambil langkah dan mitigasi agar banjir ini tidak menghantui aktivitas masyarakat setiap musim penghujan. Sebab, kerugian akibat banjir sangat mahal.

Pengendalian banjir

Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta Firdaus Ali meminta pengertian masyarakat terkait anomali cuaca yang menyebabkan banjir. Ini bukan berarti pemerintah berpangku tangan karena petugas lintas instansi berupaya semaksimal mungkin agar banjir cepat surut.

Curah hujan ekstrem, kata Firdaus, sudah diprediksi sejak awal berdasarkan prakiraan BMKG. Namun, kapasitas infrastruktur pengendalian banjir tidak sanggup menghadapinya.

Kerugiannya triliunan. Cuma kami nggak berani menyebutkan angka karena datanya yang sangat kompleks

"Pemprov DKI Jakarta tentunya sudah dari awal menyiapkan antisipasi. Infrastruktur tidak bisa menampung semua curah hujan sehingga dioptimalkan sedikit dengan kapasitas pompa," ujar Firdaus.

Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 612 unit pompa stasioner di 211 lokasi dan 590 unit pompa mobile di lima wilayah administratif untuk mengantisipasi banjir. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner.

Upaya lainnya untuk antisipasi banjir adalah operasi modifikasi cuaca (OMC). Pada Minggu ini penyemaian awan dilakukan ke arah barat Ujung Kulon dekat Selat Sunda.

OMC dilakukan pada 16-22 Januari 2026. Operasi hasil kerja sama BPBD DKI Jakarta, BMKG, dan TNI Angkatan Udara ini berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pada Sabtu kemarin, penyemaian awan difokuskan pada perairan utara Pulau Jawa. Tujuannya untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di perairan.

"OMC akan membantu meringankan beban curah hujan," ucap Firdaus. Dia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta terus berusaha mengurangi titik banjir dan mempercepat waktu surut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pamit 2 Hari Lalu, Pegawai KKP Kini Hilang Bersama Pesawat ATR di Maros
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Banjir Kedua dalam Sepekan, Air di Kebon Pala Sempat Capai Satu Meter
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Siasat Pensiun Ala Warren Buffet Agar Tetap Kaya Raya di Hari Tua
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Investasi Capai Rp551 Triliun, Kemenperin Kejar Target Pertumbuhan Industri 5,51% pada 2026
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Saat Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Nikah Sekpri Presiden di TMII
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.