Penyanyi asal Amerika, Demi Lovato, dikenal sebagai sosok yang terbuka tentang perjalanan hidupnya, termasuk perjuangannya melawan gangguan makan. Sebelumnya, penyanyi berusia 33 tahun itu juga mengungkapkan bahwa ia telah menjalani proses pemulihan sejak 2010.
Baru-baru ini, Demi kembali membagikan kisahnya. Kali ini, ia menceritakan bagaimana aktivitas memasak justru membantunya perlahan berdamai dengan makanan. Dikutip dari People, Demi mengatakan bahwa makanan “dulunya adalah musuh” sebelum akhirnya ia belajar bahwa memasak dapat “membantu membangun hubungannya dengan makanan.”
Pengalaman tersebut kemudian ia tuangkan dalam buku masak terbarunya berjudul ONE PLATE AT A TIME: Recipes for Finding Freedom with Food. Buku ini menjadi cara Demi berbagi perjalanan pemulihannya sekaligus mengajak orang lain melihat makanan dari sudut pandang yang lebih hangat dan penuh penerimaan.
"Saya mulai memasak sekitar beberapa tahun yang lalu. Saya sama sekali bukan ahli, tetapi saya adalah seseorang yang sedang dalam masa pemulihan dari gangguan makan," ujar Demi saat berbincang dengan Kylie Kelce dalam podcast Not Gonna Lie pada 15 Januari, seperti dikutip People, Minggu (18/1).
Demi mengingat betul masa-masa awal pemulihan yang tidak mudah. Saat itu, kata Demi, makanan terasa begitu menakutkan baginya. Bahkan, ketika pergi ke toko bahan makanan pun bisa memicu emosi yang berat.
"Sampai-sampai, setiap kali saya pergi ke toko bahan makanan, saya bisa menangis karena makanan ada di mana-mana. Dan pada saat itu, bagi saya, makanan adalah musuh," ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, Demi mulai dikenalkan pada pentingnya memasak sebagai bagian dari proses pemulihan. Dari dapur, ia belajar memahami makanan dengan cara yang berbeda. Memasak membantunya membangun kembali rasa percaya terhadap makanan.
"Saya merasa bahwa memasak membantu membangun hubungan saya dengan makanan dengan cara yang membuat saya percaya pada makanan itu sendiri dan menikmatinya," kata pelantun lagu Let It Go tersebut.
Lewat media sosialnya, Demi juga mengumumkan perilisan bukunya yang dijadwalkan terbit pada 31 Maret, Demi menuliskan betapa besar peran memasak dalam proses penyembuhannya.
Buku tersebut berisi resep-resep sederhana dan menenangkan yang membantunya terhubung kembali dengan diri sendiri serta menemukan kebebasan dan kebahagiaan, perasaan yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.
Tak hanya ditujukan bagi mereka yang sedang menjalani pemulihan, Demi menegaskan bahwa buku masaknya juga bisa menjadi panduan bagi siapa saja yang ingin mulai memasak. Resep-resepnya dibuat sederhana dan mudah diikuti, bahkan untuk pemula.
"Anda mungkin tidak memiliki gangguan makan dan tidak sedang dalam pemulihan, tetapi ingin resep yang mudah dan tips untuk mulai memasak di dapur. Anda juga bisa menjadi orang itu," ujarnya.




