JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengungkapkan cara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan kode agar dirinya bergabung ke PSI.
Ia mengatakan, Jokowi tidak pernah memberikan pesan terbuka agar dirinya bergabung dengan partai berlambang gajah itu.
Tapi, Ali memahami bahwa hati Jokowi ke PSI karena pesannya menitipkan putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
“Sampai hari ini Pak Jokowi enggak pernah mengarahkan saya ke PSI,” ujar Ali dalam podcast Gaspol! di YouTube Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Gaspol Hari Ini: Ada Jokowi di Tengah Surya Paloh Versus Ahmad Ali
“Tapi Pak Ali melihat tanda-tanda, sregnya, nyamannya Pak Jokowi ke PSI (bagaimana)?” Tanya host Gaspol Tatang Guritno.
“Ya hanya menitipkan Mas Kaesang,” jawab Ali.
Melihat pernyataan Jokowi itu, akhirnya Ali memilih untuk bergabung dengan PSI.
Sebab lain Ali ingin gabung PSI
Selain itu, ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak ingin bergabung dengan partai-partai politik lain yang sudah lebih mapan.
Ia mengaku tak ingin masuk tanpa berkeringat ke partai politik (parpol) mapan. Ia lebih suka ikut membangun parpol yang masih belum sukses seperti PSI.
Pasalnya, PSI belum bisa masuk ke DPR RI pada Pemilu 2024 lalu.
Baca juga: Ahmad Ali Rindu Anggota DPRD PSI DKI yang Berani Kritisi Pemerintah
Di sisi yang lain, Ali memang memilih ikut Jokowi karena merasa nyaman. Baginya, Jokowi adalah politisi paling hebat yang bisa membuatnya banyak belajar.
“Betapa kemudian dia (Jokowi) bisa menjadi, mengubah, kenyamanan elite-elite politik (yang lain). Sederhana, enggak mungkin dibuat-buat, kalau pencitraan, banyaklah contoh politisi kita seakan-akan hidup sederhana tapi berapa lama mampu bertahan?” tuturnya.
“Tapi kalau Pak Jokowi, memang orang yang sederhana, tinggal di Solo, mulai dari wali kota, sampai jadi presiden, selesai jadi presiden kembali lagi ke rumah yang lama,” sambung dia.
Adapun Ali sebelumnya dikenal sebagai salah satu elite Partai NasDem. Ia termasuk tokoh yang berperan besar mempertemukan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pemilhan Presiden (Pilpres) 2024.
Ali bergabung dengan PSI pada 26 September 2025.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang