Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan "Jojo" Christie mengaku sudah tampil maksimal pada babak final India Open 2026 ketika dia tumbang di tangan pemain Taiwan Lin Chun-Yi 10-21 dan 18-21 di Indira Gandhi Arena, New Delhi, Minggu.
"Saya sudah menampilkan yang terbaik dari setiap proses, dari awalnya sampai hari ini di partai final," ujar Jojo dalam keterangan PBSI di Jakarta pada Minggu.
Jojo mengaku menghadapi kendala pertandingan yang lebih banyak dibandingkan sewaktu berlaga dalam semifinal kemarin.
Menurut Jojo kondisi angin di Indira Gandhi Arena sedikit berbeda dan membuatnya kurang nyaman melakukan sentuhan dengan shuttlecock.
"Beberapa kali shuttlecock-nya juga feeling touch-nya agak sedikit kurang stabil, agak lari lah. Tapi terlepas dari itu semua ya memang Lin Chun-Yi bermain bagus dan sayanya tadi banyak tertekan, agak terburu-buru," papar Jojo.
Baca juga: Ketenangan kunci Jonatan Christie selangkah lagi juarai India Open
Unggulan ketiga dalam turnamen BWF Super 750 ini menyatakan akan lebih mempersiapkan diri menghadapi kondisi perubahan non teknis.
"Jadi kan setiap venue punya keunikan masing-masing. Seperti di Indonesia Masters besok di Istora seperti apa, di sini beda, Malaysia kemarin beda juga," kata Jojo.
Jojo akan tampil dalam Indonesia Masters 2026 di Istora, Senayan, Jakarta, mulai Selasa pekan depan.
Menghadapi turnamen di hadapan publik sendiri, Jojo menyatakan akan lebih fokus memulihkan diri karena baru menjalani serangkaian turnamen yang menguras staminanya.
Dengan kandasnya Jojo pada final membuat Indonesia pulang dengan tangan hampa dari India Open 2026.
Baca juga: Jonatan Christie buka asa juara setelah ke final India Open 2026
"Saya sudah menampilkan yang terbaik dari setiap proses, dari awalnya sampai hari ini di partai final," ujar Jojo dalam keterangan PBSI di Jakarta pada Minggu.
Jojo mengaku menghadapi kendala pertandingan yang lebih banyak dibandingkan sewaktu berlaga dalam semifinal kemarin.
Menurut Jojo kondisi angin di Indira Gandhi Arena sedikit berbeda dan membuatnya kurang nyaman melakukan sentuhan dengan shuttlecock.
"Beberapa kali shuttlecock-nya juga feeling touch-nya agak sedikit kurang stabil, agak lari lah. Tapi terlepas dari itu semua ya memang Lin Chun-Yi bermain bagus dan sayanya tadi banyak tertekan, agak terburu-buru," papar Jojo.
Baca juga: Ketenangan kunci Jonatan Christie selangkah lagi juarai India Open
Unggulan ketiga dalam turnamen BWF Super 750 ini menyatakan akan lebih mempersiapkan diri menghadapi kondisi perubahan non teknis.
"Jadi kan setiap venue punya keunikan masing-masing. Seperti di Indonesia Masters besok di Istora seperti apa, di sini beda, Malaysia kemarin beda juga," kata Jojo.
Jojo akan tampil dalam Indonesia Masters 2026 di Istora, Senayan, Jakarta, mulai Selasa pekan depan.
Menghadapi turnamen di hadapan publik sendiri, Jojo menyatakan akan lebih fokus memulihkan diri karena baru menjalani serangkaian turnamen yang menguras staminanya.
Dengan kandasnya Jojo pada final membuat Indonesia pulang dengan tangan hampa dari India Open 2026.
Baca juga: Jonatan Christie buka asa juara setelah ke final India Open 2026



