Sailun Group Investasi Pabrik Ban Senilai Rp4 Triliun di Indonesia

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Semarang: Sailun Group menjadi salah satu pemain ban kendaraan merek Sailun dengan peningkatan penjualan yang cukup signifikan sejak 2008. Perusahaan mengaku hingga kini telah mengantongi nilai penjualan lebih dari 4,38 miliar USD, dari yang semula 296 juta USD pada 2008, serta menduduki peringkat ke-10 di pasar global.  
 
PCR/TBR Director Sailun Group, Eko Supriyatin, menyampaikan sekarang ini Sailun Group memiliki 9 pabrik di seluruh dunia dan salah satunya yang terbaru ada di Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Menanamkan investasi senilai Rp4 triliun, di mana pada fase awal, pabrik tersebut mempunyai kapasitas produksi 3,6 juta unit untuk kendaraan penumpang (PCR). 
 
“Lalu untuk kendaraan truk dan bus (TBR), pabrik Sailun hanya memproduksi ban radial, dengan kapasitas produksi 600 ribu ban. Lanjut ban dalam mencapai 1,5 juta pcs, serta 37 ribu ton ban OTR. Selain memenuhi kebutuhan domestik, fasilitas pabrik ini juga dirancang sebagai basis ekspor untuk kawasan Asia Pasifik,” urai Eko pada Sabtu (17/1/2028)

Ban Sailun memasarkan 3 merek di Indonesia untuk PCR dan TBR, yakni Maxam, RoadX dan Blackhawk. Sementara itu untuk ban OTR, menyasar segmen pertambangan dan pertanian, dengan merek Maxam.
 
Baca Juga: Finis 5 Besar, Julian Johan Cetak Sejarah di Rally Dakar 2026
  Sailun Gabungkan Teknologi Inklusif dan Nilai Kebutuhan Pasar President Sailun Group, Xie Xiao Hong, mengatakan perusahaan menggabungkan antara teknologi yang bersifat inklusif dan nilai yang relevan dengan kebutuhan pasar. Dijelaskannya lebih jauh, teknologi bersifat inklusif, merupakan teknologi inti merek yang terdepan secara global seperti chemical mixing technology, diterapkan ke seluruh lini produk, melalui manufaktur cerdas berskala besar dan produksi lokal. 
 
“Sehingga konsumen Indonesia dapat menikmati manfaat utama berupa keselamatan yang lebih tinggi, efisiensi bahan bakar, dan daya tahan yang lebih baik dengan biaya yang lebih ekonomis,” terangnya.
 
Sedangkan bicara nilai yang harus relevan dengan kebutuhan pasar, esensi dari ‘value for money’ adalah kesesuaian. Melakukan pengembangan khusus dan optimasi formulasi berdasarkan kondisi jalan, iklim, dan tipe kendaraan utama di Indonesia.
 
“Produk benar-benar menjawab kebutuhan lokal. Sebagai contoh, produk batch pertama kami telah dioptimalkan khusus untuk performa di kondisi panas dan curah hujan tinggi,” imbuh Xie.
 
Menurut Xie lagi, komitmen mereka jelas, setiap rupiah yang dikeluarkan konsumen Indonesia harus memberikan imbal hasil yang andal, dan jauh melampaui ekspektasi, berkat dukungan teknologi kelas dunia. (Autogear.id/Alun Segoro)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Michael Carrick Tegaskan Konsistensi Jadi Fokus Usai MU Kalahkan Man City
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Kesejahteraan Dosen dan Mutu Pendidikan Tinggi
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Skrining Retinopati Diabetik dengan Kecerdasan Buatan
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Suasana Rumah Pegawai KKP yang Hilang Kontak Saat Naik Pesawat 42-500
• 21 jam laluidntimes.com
thumb
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
• 11 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.