Liputan6.com, Jakarta - Mantan Country Director World Bank untuk Tiongkok sekaligus penasihat senior pemerintah berbagai negara di Asia, Bert Hofman menilai, perkara hukum yang menjerat mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bukan sekadar persoalan individu.
Menurutnya, kasus ini mencerminkan persoalan tata kelola pemerintahan di Indonesia yang berpotensi melemahkan minat generasi muda profesional untuk terjun ke sektor publik serta menimbulkan keraguan investor terhadap iklim investasi di Tanah Air.
Advertisement
"Ini bukan hanya satu kasus, karena sudah ada beberapa yang serupa. Pertanyaan mendasarnya adalah bagaimana sistem hukum di bidang pengadaan, keuangan negara, hukum pidana, dan hukum anti-korupsi dapat menjamin orang jujur untuk bekerja demi kebaikan negara, sambil memastikan korupsi dan kerugian negara dapat dihindari," ujar Hofman melalui keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, kasus Nadiem harus dipahami dalam konteks lebih besar yakni menyeimbangkan antara pengawasan dan perlindungan bagi pejabat publik yang berniat melakukan reformasi.
Hofman menegaskan, risiko efek jera bagi para profesional muda yang berniat masuk pemerintahan benar-benar nyata.
"Dari yang saya pahami berdasarkan berbagai diskusi di kalangan masyarakat Indonesia, banyak teknokrat muda Indonesia tidak tertarik pada politik, sehingga tidak memiliki perlindungan politik terhadap tindakan yang berlebihan terhadap mereka. Karena itu, dibutuhkan sistem yang mampu melindungi mereka," ucap dia.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476316/original/014579100_1768728051-32d5072c-d050-49fe-812c-f66b5adec46b.jpg)
