Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara sekaligus Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyatakan, lahirnya paguyuban Senapati Nusantara berakar pada pesan Bung Karno tentang kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan.
Semangat itu, menurutnya, harus terus dijaga dalam pelestarian Tosan Aji.
Advertisement
Hasto menyinggung kisah Bima mencari Banyu Perwitosari, di mana dalam perjalanannya menempuh gemblengan hingga mencapai hakikat Manunggaling Kawula Gusti.
"Cerita ini relevan dengan Tosan Aji. Karena jalan ksatria itu adalah jalan penuh gemblengan lahir batin," kata dia saat membuka Rapat Kerja Agung dengan tema ‘Memperkuat Sinergi Melestarikan Tradisi’ di Pendapa Kridha Manunggal Budaya, Sleman, Yogyakarta, Minggu (18/1/2026).
Menurut Hasto, Tosan Aji bukan sekadar benda pusaka, dalam proses penemuannya, berbagai unsur logam digembleng menjadi satu hingga melahirkan pamor, yang menurutnya sebagai sebuah metafora kehidupan.
Karena itu, para pelestari budaya juga melalui proses penggemblengan untuk menemukan esensi dan pamor, baik dalam hidup maupun dalam karya.
"Siapapun yang akan menjadi orang, maka hidupnya juga melalui gemblengan-gemblengan itu, agar keluar pamornya," kata dia.




