JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan menyebut butuh waktu 4 jam untuk evakuasi satu korban tewas Pesawat ATR42-500 yang ditemukan sore ini jika dilakukan melalui jalur darat.
Hal tersebut disampaikan Andi Sultan dalam Breaking News Kompas TV, Minggu (18/1/2026).
“Kalau kita melihat dari jarak, butuh sekitar 4 jam untuk melakukan evakuasi ke tempat (pos) yang terdekat,” ucap Andi.
Andi menuturkan, untuk korban Pesawat ATR42-500 yang ditemukan hari ini belum bisa dievakuasi karena lokasinya 200 meter di bawah tebing dan terkendala cuaca. Evakuasi rencananya akan dilakukan besok dengan dua opsi yaitu penarikan jika cuaca memungkinkan atau melalui jalur darat.
Baca Juga: Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Dihentikan karena Gelap, Dilanjutkan Besok Pagi
Oleh karena itu, kata Andi, Tim SAR gabungan malam ini melakukan breifing untuk berbagi tugas dengan menerapkan beberapa metode pencarian.
“Intinya kita melakukan ESAR (Explorer Search dan Rescue), penyisiran dengan radius berapa jauh nanti dari titik kita temukan badan pesawat tersebut,” kata Andi.
Saat ini, lanjut Andi, pihaknya telah menarik 27 personel yang berada di puncak untuk kembali ke pos 9.
“Karena melihat dari kondisi cuaca di puncak itu mencapai 30-35 knot, begitu (juga) dengan kabut yang tebal,” ujar Andi.
Pesawat ATR 42-500 yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, pada pukul 13.17 Wita, Sabtu (17/1/2026).
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- basarnas
- evakuasi korban pesawat atr 42-500
- korban pesawat atr 42-500
- pesawat atr 42-500
- andi sultan



