1.236 Perusahaan Industri Siap Mulai Produksi di 2026, Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Rencana produksi tersebut diperkirakan menyerap 218.892 tenaga kerja, didukung investasi sektor industri pengolahan nonmigas sebesar Rp551,88 triliun.

1.236 Perusahaan Industri Siap Mulai Produksi di 2026, Serap 218 Ribu Tenaga Kerja. Foto: iNews Medi Group.

IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat per 15 Januari 2026, terdapat 1.236 perusahaan industri yang melaporkan tahap pembangunan pada 2025 dan bakal mulai berproduksi pertama kali pada 2026.

Rencana produksi tersebut diperkirakan menyerap 218.892 tenaga kerja, didukung investasi sektor industri pengolahan nonmigas sebesar Rp551,88 triliun, dengan nilai investasi di luar tanah dan bangunan sebesar Rp444,25 triliun.

Baca Juga:
Pembajakan Film Rugikan Industri Kreatif Rp30 Triliun, Vision+ Siapkan Tiga Strategi Ini

"Kapasitas produksi baru yang mulai beroperasi pada 2026 menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan industri, memperkuat struktur manufaktur, serta menciptakan lapangan kerja baru," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Agus menambahkan, apabila dilihat dari sisi permintaan, pertumbuhan industri manufaktur nasional pada 2026 masih ditopang oleh pasar domestik sekitar 80 persen dan pasar ekspor sekitar 20 persen.

Baca Juga:
49,5 Juta Warga Indonesia Nonton Film Bajakan, Industri Kreatif Rugi Rp30 Triliun

Untuk pasar domestik, Kemenperin mengupayakan melalui beberapa kebijakan, seperti penguatan kebijakan substitusi impor dan peningkatan TKDN, Optimalisasi belanja pemerintah dan BUMN untuk produk dalam negeri, serta penguatan IKM agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional.

"Kami memastikan produk industri dalam negeri menjadi tuan rumah di pasar domestik. Penguatan pasar dalam negeri menjadi jangkar utama pertumbuhan industri manufaktur," kata Agus.

Baca Juga:
Saham Toyota Industries Capai Rekor Tertinggi Usai Dapat Tawaran Akuisisi Bernilai Besar

Beberapa subsektor diprediksi akan mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan di pasar domestik, seperti Industri Logam Dasar yang akan tumbuh tinggi didorong oleh berkelanjutannya proyek infrastruktur dan hilirisasi industri. 

Sektor Industri Makanan dan Minuman masih menjadi kontributor PDB manufaktur terbesar karena sifatnya sebagai kebutuhan pokok dan besarnya jumlah penduduk.

Demikian pula Industri Kimia, Farmasi, dan Obat akan tumbuh tinggi dengan adanya permintaan domestik untuk produk kesehatan dan bahan kimia industri diperkirakan terus meningkat seiring dengan peningkatan kesadaran kesehatan pasca-pandemi dan pertumbuhan industri turunan.

Sementara itu, untuk pasar ekspor, Kemenperin menargetkan kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas pada 2026 mencapai 74,85 persen dari total ekspor nasional, sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Kemenperin 2025–2029.

Upaya tersebut dilakukan melalui diversifikasi pasar ekspor, peningkatan daya saing produk industri, serta penguatan kerja sama dagang dan promosi industri nasional di pasar global.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor industri pengolahan nonmigas ditargetkan menyerap 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional pada 2026, dengan produktivitas tenaga kerja sebesar Rp126,20 juta per orang per tahun. 

Untuk mendukung target tersebut, investasi sektor industri pengolahan nonmigas pada 2026 ditargetkan mencapai Rp852,90 triliun.

Kemenperin menilai keberlanjutan kebijakan pemerintah, termasuk paket stimulus, pengendalian impor barang jadi yang membanjiri pasar domestik, serta pembenahan perizinan berusaha, menjadi faktor kunci dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi industri.

Dengan penguatan sisi supply dan demand tersebut, Kemenperin optimistis industri manufaktur nasional akan tetap tumbuh di atas 5 persen pada 2026.

"Serta terus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri nasional," kata Agus.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Kedua dalam Sepekan, Air di Kebon Pala Sempat Capai Satu Meter
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Wamen KP Datangi Rumah Korban Pesawat ATR 400 di Bekasi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tetapkan Status Darurat Sampah Nasional, Menteri LH Dorong DPRD Dukung Penguatan Anggaran
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Update Banjir Jakarta: Motor Diizinkan Masuk Tol, BPBD Sementara Tunda Operasi Modifikasi Cuaca
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Nama Penyebutan Thailand di Peta Indonesia Diubah Jadi Tailan
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.