JAKARTA, KOMPAS.com – Warga Perumahan Taman Jatinegara dan Rusun PIK Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, akhirnya bisa bernafas lega usai Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur resmi menutup lokasi pembuangan sampah liar yang selama ini menghalangi akses jalan permukiman.
Ketua RT 06 Perumahan Taman Jatinegara, Tusiah, mengatakan, lokasi pembuangan sampah tersebut resmi ditutup pada 7 Januari 2026 dan dipindahkan ke Kelurahan Rawa Terate.
Sebelum dibersihkan, tumpukan sampah kerap menutup badan jalan yang menghubungkan area Perumahan Taman Jatinegara dengan Rusun PIK Penggilingan. Akibatnya, kendaraan warga tidak dapat melintas.
Baca juga: Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Mengambang di Empang Tajurhalang
“Jalan ini sering tertutup sampah, jadi lalu lintas enggak bisa lewat. Semoga ke depan ini yang rencananya akan dijadikan taman bisa direalisasikan,” ujar Tusiah saat ditemui Kompas.com, Minggu (18/1/2026).
Ia menyebut, salah satu penyebab penumpukan sampah adalah keterbatasan armada pengangkut.
Selain jumlah truk yang minim, kondisi kendaraan yang kerap rusak turut memperparah situasi.
“Salah satu penyebabnya karena armada kurang, kadang truknya juga rusak, jadi armadanya enggak mencukupi,” ujar Tusiah.
Tusiah menambahkan, tumpukan sampah yang mengular di jalan juga menimbulkan bau menyengat. Bahkan, ketinggian sampah sempat mencapai lutut orang dewasa.
“Meski sudah dibersihkan, masih bau. Apalagi kemarin tumpukannya sampai ke lutut orang dewasa, bahkan hampir satu meter,” tuturnya.
Baca juga: Pengemudi Mobil Lawan Arah Masuk Exit Tol Ditilang Polisi, Ngakunya Tak Tahu Jalan
Ia menyebutkan, untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut dibutuhkan sekitar 10 hingga 15 truk dalam waktu dua hari.
Ia pun berharap janji Pemkot Jakarta Timur untuk mengubah bekas lokasi pembuangan sampah menjadi ruang terbuka hijau dapat segera direalisasikan.
“Harapannya seperti yang dijanjikan Pak Wali Kota, dari Jembatan Kuning sampai pos satpam perumahan jadi taman yang indah. Jadi enggak kumuh, enggak bau, dan enggak menimbulkan penyakit,” katanya.
Hal senada disampaikan Ibrahim (60), warga setempat. Ia mengaku bersyukur karena keluhan warga akhirnya ditindaklanjuti pemerintah.
“Alhamdulillah ya karena doa-doa kami sudah diijabah. Hari ini semuanya sudah dilancarkan,” ujar Ibrahim.
Menurut Ibrahim, selain bau yang kerap menyebar ke permukiman saat angin bertiup ke arah timur, tumpukan sampah juga sempat memicu kekhawatiran warga akan keselamatan.
Baca juga: Kereta Jakarta-Semarang Dibatalkan Imbas Banjir, Penumpang Ini Gagal Pulang dan Izin Kerja





