GenPI.co - Roket raksasa milik NASA yang akan membawa manusia kembali ke sekitar Bulan mulai bergerak menuju landasan peluncuran.
Dilansir AP News, Sabtu (17/1), hal itu menandai tahap penting menuju penerbangan berawak pertama mengelilingi Bulan dalam lebih dari setengah abad.
Jika seluruh persiapan berjalan lancar, misi bersejarah ini bisa diluncurkan paling cepat pada Februari mendatang.
Roket setinggi 98 meter itu perlahan meninggalkan Gedung Perakitan Kendaraan di Kennedy Space Center, melaju dengan kecepatan sekitar 1,6 kilometer per jam.
Sorak-sorai mengiringi keluarnya Space Launch System (SLS) dari gedung bersejarah yang dahulu dibangun untuk roket Saturn V pada era Apollo.
Acara ini dipimpin administrator baru NASA, Jared Isaacman, bersama empat astronot yang akan menjalani misi tersebut.
Roket SLS dengan kapsul awak Orion di atasnya memiliki bobot sekitar 5 juta kilogram.
Pengangkut raksasa peninggalan era Apollo dan pesawat ulang-alik telah dimodernisasi untuk mampu menahan beban ekstra.
"Kali ini rasanya sangat berbeda karena kami menempatkan awak di atas roket dan membawa mereka mengelilingi Bulan," ujar pejabat NASA John Honeycutt.
Misi berawak ini sempat tertunda akibat perlunya analisis dan pengujian lanjutan setelah ditemukannya kerusakan pada perisai panas serta sejumlah masalah lain selama penerbangan uji coba.
Dalam misi ini, para astronot tidak akan mendarat di Bulan atau mengorbitnya, tetapi terbang mengelilingi satelit alami Bumi.
Pendaratan manusia di Bulan akan terwujud dalam misi Artemis yang dijadwalkan beberapa tahun mendatang. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:





