Jakarta, VIVA – Pasangan pengantin, Ela Laela dan Muhadi, terpaksa menerjang banjir untuk tetap bisa melangsungkan resepsi pernikahan, di RW 16 Pedongkelan, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu, 18 Januari 2026.
Keduanya tidak punya pilihan selain menerjang banjir, lantaran resepsi itu sudah dipersiapkan sejak lama. Pengantin wanita, Ela Laela, sebelumnya mengaku sudah pasrah.
Bahkan Dia sempat hendak mengabaikan resepsi pernikahannya, karena hingga Minggu pagi air yang menggenangi kawasan rumahnya masih mencapai hampir setinggi lutut orang dewasa.
"Semua masakan udah siap itu, tapi saya akhirnya tidur aja, tukang rias bangunin saya enggak mau. Saya bilang buang aja," kata Ela dikutip dari Antara, Minggu, 18 Januari 2026.
- Syarifuddin Nasution (Jambi)
Dia pun sempat ragu resepsi pernikahannya bakal dihadiri tamu undangan.
"Dari awal emang udah niat segala sesuatunya, tapi pas itu banjir saya putus asa, sampai nangis semua. Saya sama bapak saya, sampai saya enggak yakin kayanya enggak bakal ada tamu," ujarnya.
Melihat kondisi Ela, sang ayah pun berusaha membangkitkan semangat pengantin wanita itu, dengan membujuknya supaya tetap menjalani resepsi di tengah genangan banjir.
"Akhirnya Bapak saya mendukung, nguatin semuanya, termasuk tukang masak akhirnya bisa, alhamdulillah surut," kata Ela.
Ela bahkan digendong oleh pasangannya, Muhadi, untuk menuju panggung pelaminan di tengah-tengah banjir.
Menjelang siang, keresahan Ela mulai menemukan jalan keluar dengan mulai surutnya air yang menggenangi lokasi resepsi, hingga tamu mulai berdatangan.
"Terharu, gembira. Semua pada datang. Dukungan semua keluarga, saudara saya dari Pandeglang, yang jauh-jauh pada datang. Alhamdulillah bersyukur sama yang kuasa. Sama keluarga saya, sama Bapak saya bersyukur," ujarnya.


