Jakarta, tvOnenews.com - Pihak Kepolisian Resor (Polres) Cianjur kini tengah bergerak cepat memburu sekelompok pemuda pelaku pembacokan terhadap Lucky Irawan (21).
Pemuda asal Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu tersebut menjadi korban kekerasan jalanan hingga menderita luka parah di beberapa bagian tubuhnya pada Minggu (18/1).
Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana, mengonfirmasi bahwa saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur.
Lucky dilaporkan mengalami luka robek yang cukup dalam pada bagian pinggang, perut, serta pergelangan tangan.
"Kami sudah mendapat laporan dari keluarga korban, saat ini kami mengembangkan kasusnya termasuk memburu para pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang," tegas Akhmad Tri Lesmana kepada wartawan di Cianjur.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Penyelidikan difokuskan untuk mengetahui apakah aksi keji ini merupakan serangan acak dari kelompok tertentu atau dilatarbelakangi oleh perselisihan sebelumnya.
"Kami masih meminta keterangan saksi lainnya termasuk korban guna mengungkap motifnya apakah target acak atau ada perselisihan sebelumnya sehingga memicu kejadian," tambah Kapolsek.
Di sisi lain, Lucky selaku korban menceritakan momen mengerikan yang menimpanya.
Insiden tersebut bermula saat ia hendak pulang ke rumah setelah membeli rokok. Di tengah perjalanan, ia melihat dua temannya sedang berteduh karena hujan deras, lalu memutuskan untuk berhenti sejenak menemani mereka.
Namun, ketenangan tersebut pecah ketika rombongan motor tiba-tiba mendatangi mereka.
"Tidak lama berselang melintas sejumlah pemuda dengan empat sepeda motor membawa senjata tajam berhenti dan langsung menyerang kami bertiga, secara tiba-tiba padahal saya tidak kenal mereka," ungkap Lucky.
Situasi menjadi mencekam saat dua orang dari kelompok tersebut turun membawa celurit dan golok.
Serangan senjata tajam itu diarahkan langsung ke tubuh Lucky. Meski sempat mencoba menangkis tebasan golok dengan tangannya, ia tak bisa menghindari sabetan celurit yang mengenai pinggang hingga menembus bagian punggung dan perutnya.
Lucky mengaku sama sekali tidak mengetahui alasan di balik serangan brutal tersebut.
"Mendapati serangan bertubi-tubi saya mencoba meminta tolongan, sehingga warga berdatangan dan para pelaku melarikan diri, saya tidak pernah bermusuhan dengan siapa pun termasuk dua teman saya tidak kenal para pelaku," ujarnya.



