Delapan hari bertahan di tengah kepungan banjir, kondisi kesehatan warga Desa Bumirejo dan Kedungpancing, Kecamatan Juana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai menurun. Warga mulai terserang berbagai penyakit seperti sakit perut, pusing, demam, mual, hingga gatal-gatal akibat sanitasi yang buruk.
Merespons kondisi ini, Tim Dokkes Polresta Pati bersama anggota Bhayangkari turun langsung menerjang banjir untuk memberikan bantuan medis. Petugas harus menelusuri jalan utama desa yang terisolasi dengan menggunakan perahu kecil di titik terdalam, serta berjalan kaki menyusuri genangan untuk mencapai rumah-rumah warga.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan dan membagikan vitamin, tim juga menyalurkan makanan siap saji kepada para pengungsi yang bertahan di rumah.
Baca Juga :
16 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Dikepung Banjir, 4.622 KK TerdampakBanjir Terparah Sejak 2014
Banjir yang melanda Kabupaten Pati tahun ini disebut-sebut sebagai yang terparah kedua setelah banjir besar pada 2014. Sedikitnya 112 desa di 12 kecamatan terdampak parah. Tingginya genangan air membuat aktivitas perekonomian warga lumpuh total.
Kelelahan fisik dan mental mulai dirasakan para korban. Salah satu pengungsi, Erna, mengaku sudah sangat lelah menghadapi banjir yang tak kunjung surut selama sepekan lebih.
"Capek karena rumah sudah tujuh hari terendam. Ketinggian air di dalam rumah bahkan mencapai sekitar 100 cm," ujar Erna dengan nada lirih.
Sementara itu, Ketua Tim Dokkes Polresta Pati, Iptu Jasmani, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menyisir lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. "Kami berusaha menjangkau seluruh pengungsi yang masih bertahan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan. Mudah-mudahan di kesempatan ini kita bisa menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan," tegas Jasmani.




