Lisbon: Warga Portugal memberikan suara mereka pada Minggu, 18 Januari 2026, untuk memilih presiden berikutnya, dengan sejumlah survei mengindikasikan kemungkinan pemungutan suara putaran kedua di tengah meningkatnya dukungan terhadap kelompok sayap kanan.
Presiden konservatif petahana Marcelo Rebelo de Sousa, yang meraih hampir 60 persen suara pada pemilu 2021, telah menyelesaikan masa jabatan keduanya sekaligus yang terakhir selama lima tahun, dan sebelas kandidat bersaing untuk menggantikannya.
Dilansir dari TRT World, salah satu kandidat kuat dalam pemilu Portugal kali ini adalah Andre Ventura dari partai sayap kanan Chega, yang memperoleh hampir 12 persen suara pada pemilu presiden sebelumnya.
Kandidat kuat lainnya termasuk Luis Marques Mendes dari partai berkuasa kanan-tengah Social Democratic Party (PSD), Antonio Jose Seguro dari oposisi Socialist Party, Joao Cotrim de Figueiredo dari Liberal Initiative, serta kandidat independen Henrique Gouveia e Melo.
Menurut jajak pendapat yang dirilis Rabu oleh RTP News, putaran kedua yang dijadwalkan pada 8 Februari hampir dipastikan akan digelar, dengan Ventura dan Seguro diperkirakan melaju.
Survei tersebut menunjukkan Ventura memimpin dengan sekitar 24 persen suara, disusul ketat oleh Seguro dengan 23 persen, sementara Figueiredo berada di posisi berikutnya dengan 19 persen.
Portugal hanya sekali menggelar putaran kedua dalam pemilu presiden, yakni pada 1986, ketika mantan perdana menteri sosialis Mario Soares membalikkan kekalahan di putaran pertama untuk mengalahkan Freitas do Amaral.
Kampanye berlangsung di tengah perdebatan mengenai ketimpangan sosial, upah rendah, krisis perumahan, pembatasan hak migran, serta kebijakan ketenagakerjaan yang diperkenalkan oleh pemerintah konservatif Perdana Menteri Luis Montenegro.
Partai Chega, yang didirikan tujuh tahun lalu dan dipimpin Ventura, untuk pertama kalinya menjadi oposisi utama setelah pemilu parlemen lebih awal yang digelar Mei lalu. Meski Ventura diperkirakan unggul pada putaran pertama, para analis menilai meraih mayoritas mutlak dalam putaran kedua akan menjadi tantangan.
Sekitar 11 juta pemilih terdaftar dalam pemilu ini, termasuk sekitar 1,6 juta warga Portugal yang tinggal di luar negeri.
Baca juga: Skandal Korupsi Perdana Menteri Picu Runtuhnya Pemerintahan Portugal


