REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel di Makassar untuk diambil sampel DNA. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi korban yang masih dalam pencarian oleh tim SAR.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, mengungkapkan bahwa Haerul Gunawan, adik kandung korban Muhammad Farhan Gunawan, telah memberikan keterangan dan sampel DNA di posko tersebut. "Seandainya ditemukan jasad atau tubuh korban, maka akan segera dicocokkan dengan sampel yang diambil," jelas Haris pada Minggu (17/1/2026) di Makassar.
Selain keluarga Muhammad Farhan, keluarga pramugari pesawat, Esther Aprilita, juga menjalani pemeriksaan DNA di Biddokes Provinsi Jawa Barat. "Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghubungi keluarga korban lainnya untuk memberikan keterangan dan melakukan pemeriksaan DNA," tambah Haris.
Menurut Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Rumah Sakit Bayangkara Biddokes Polda Sulsel kini menjadi lokasi untuk identifikasi korban. "Saat ini, keluarga korban telah hadir untuk pemeriksaan data ante mortem. Ada satu orang yaitu adik kandung dari Co-Pilot pesawat," ungkapnya.
Pesawat yang mengangkut 10 orang ini terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nama-nama kru pesawat termasuk Captain Andi Dahananto dan copilot Muhammad Farhan Gunawan. Hingga saat ini, operasi SAR telah menemukan serpihan pesawat dan satu jenazah yang belum teridentifikasi.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.