Pembelian tersebut termasuk obligasi Netflix hingga USD2 juta dan Warner Bros, hanya beberapa pekan setelah kedua perusahaan mengumumkan rencana merger.
IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membeli obligasi pemerintah daerah dan obligasi korporasi senilai sekitar USD100 juta atau Rp1,67 triliun (asumsi kurs Rp16.887) pada periode pertengahan November hingga akhir Desember. Hal tersebut berdasarkan laporan keterbukaan terbaru.
Melansir Reuters, Minggu (18/1/2026), pembelian tersebut termasuk obligasi Netflix hingga USD2 juta dan Warner Bros Discovery, hanya selang beberapa pekan setelah kedua perusahaan mengumumkan rencana merger.
Dokumen keterbukaan keuangan yang dipublikasikan pada Kamis dan Jumat menunjukkan mayoritas pembelian Trump berupa obligasi pemerintah daerah (municipal bonds) yang diterbitkan oleh kota, distrik sekolah lokal, perusahaan utilitas, dan rumah sakit. Namun, Trump juga membeli obligasi perusahaan, termasuk Boeing, Occidental Petroleum, dan General Motors.
Investasi tersebut merupakan tambahan terbaru dalam portofolio aset Trump yang terus berkembang selama dia menjabat. Portofolio itu mencakup kepemilikan di sektor-sektor yang berpotensi diuntungkan oleh kebijakannya, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan.
Sebagai contoh, Trump pada Desember mengatakan dia akan memiliki peran dalam menentukan apakah Netflix dapat melanjutkan rencana akuisisi Warner Bros Discovery senilai USD83 miliar, yang saat ini menghadapi tawaran tandingan dari Paramount Skydance. Setiap kesepakatan untuk mengakuisisi Warner Bros akan memerlukan persetujuan regulator.
Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya, mengatakan pada Jumat bahwa portofolio saham dan obligasi Trump dikelola secara independen oleh lembaga keuangan pihak ketiga.
Menurut pejabat tersebut, Trump maupun anggota keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk mengarahkan, memengaruhi, atau memberikan masukan terkait bagaimana portofolio tersebut diinvestasikan.
Seperti banyak individu kaya lainnya, Trump secara rutin membeli obligasi sebagai bagian dari strategi investasinya. Sebelumnya, dia membeli obligasi USD82 juta pada periode akhir Agustus hingga awal Oktober 2025.
(NIA DEVIYANA)




