Kasus kematian misterius seorang siswa SMP di Xincai, Henan, kembali memicu perhatian warganet terhadap dugaan praktik pengambilan organ hidup oleh partai komunis Tiongkok. Sebuah video yang beredar di internet memperlihatkan di atap Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Xiamen (Fujian), sebuah helikopter mengangkat sebuah “kantong yang bergerak”.
Warganet ramai-ramai menduga apakah itu seorang anak sebagai donor. Namun, diduga pihak berwenang secara diam-diam “membantah” dengan menyatakan bahwa itu hanyalah sebuah “latihan”
EtIndonesia. Sebuah video mencurigakan beredar luas di internet daratan Tiongkok. Video tersebut diklaim direkam sekitar 15 Januari pukul 14.00 lebih pada waktu setempat, menampilkan suasana di atap Rumah Sakit PTT Xiamen.
Dalam video terlihat sebuah helikopter melayang di atas atap. Di bawahnya, beberapa tenaga medis mendorong sebuah tandu, seolah hendak memindahkan pasien. Namun, seorang petugas yang turun dengan tali dari helikopter segera menyuruh mereka menyingkir, lalu mengambil sebuah manekin dari atas tandu dan melemparkannya ke sudut.
Setelah itu, petugas tersebut berjalan ke sisi lain dan bersama orang lain mengangkat sebuah kantong putih bertanda palang merah ke bawah helikopter. Setelah menata posisi kantong tersebut, ia memberi isyarat tangan kepada helikopter, yang kemudian menurunkan sebuah kait untuk mengangkat kantong itu ke atas helikopter. Barulah setelah itu, petugas tersebut mengambil manekin, yang tampaknya akan diangkat ke helikopter.
Sebagian warganet memperbesar video dan mengaku melihat bahwa saat kantong putih diletakkan di tanah, benda di dalamnya tampak terus bergerak, sehingga mereka berseru, “Mengerikan.”
Video terkait sempat viral di platform media sosial daratan. Banyak warganet mencurigai bahwa rumah sakit itu berpura-pura melakukan “pemindahan pasien” atau “latihan pemindahan”, sementara tujuan sebenarnya adalah memindahkan seorang anak yang diikat di dalam kantong:
“Ada rasanya seperti ada kepala yang bergerak di dalam,”
“Orang itu mengangkat bagian depan kantong, kelihatannya sangat berat.”
Di masa lalu, otoritas PKT berulang kali mempromosikan penggunaan helikopter untuk mengangkut organ. Kini, di tengah masih hangatnya kasus Xincai, banyak warganet menduga ini berkaitan dengan pengambilan organ hidup:
“Sekarang sudah tidak pakai mobil lagi, ganti helikopter—begitu tidak bisa dicegat,”
“Mereka benar-benar sanggup melakukan apa saja.”
Sebagian warganet mencari Rumah Sakit PTT Xiamen di Google Maps dan menemukan lokasi atap yang diduga sebagai tempat kejadian, yang sesuai dengan semua ciri dalam video. Berdasarkan sudut pengambilan gambar, diduga video direkam dari gedung tinggi yang berseberangan secara diagonal dengan atap tersebut.
(Peta Rumah Sakit PTT Xiamen. Lingkaran merah menunjukkan lokasi helikopter yang diduga; lingkaran hijau menunjukkan posisi perekam video. Google Maps)Saat ini, di platform Douyin, video asli sudah tidak dapat ditemukan dan diduga telah disensor oleh pihak berwenang. Namun, masih ada sebagian kecil video hasil unggahan ulang yang tersisa.
Hingga kini, Rumah Sakit PTT Xiamen maupun otoritas PKT tampaknya belum memberikan tanggapan resmi. Namun, beredar sebuah video “klarifikasi” yang diduga dipandu pihak berwenang, yang mengklaim bahwa pada 15–17 Januari, Rumah Sakit PTT Xiamen bersama Biro Penanggulangan Darurat Kota Xiamen mengadakan latihan penyelamatan medis darurat, dan bahwa kantong putih tersebut hanya berisi “properti/alat peraga”.
Ada pula video resolusi tinggi yang diduga dirilis pihak berwenang, yang memperlihatkan helikopter mengangkat manekin serta mengangkat kantong putih yang tampaknya berisi kotak kardus kosong.
Hingga kini masih belum jelas apakah kejadian ini benar-benar sebuah “latihan” atau pemindahan diam-diam barang mencurigakan. Selain pasukan warganet yang membela PKT, banyak warganet tetap setengah percaya terhadap “klarifikasi” tersebut. Tidak sedikit pula yang mencurigai bahwa pihak berwenang mengarang cerita dan menggunakan video “pengangkatan alat peraga” yang direkam belakangan untuk mengaburkan fakta.
Di masa lalu, apa yang disebut “latihan darurat” versi otoritas PKT sering dipandang sebagai ajang pencitraan para pejabat dan biasanya dipromosikan secara besar-besaran sebelum dan sesudah acara. Namun hingga saat ini, tidak ada laporan publik maupun pengumuman resmi mengenai latihan darurat oleh Rumah Sakit PTT Xiamen dan Biro Penanggulangan Darurat Kota Xiamen.
Video “resolusi tinggi di lokasi” juga baru dirilis setelah video viral menyebar luas, dan dalam video tersebut, bentuk serta warna benda di dalam kantong tampak berbeda dari video yang beredar sebelumnya. (***)
Chen Zhenjin – NTDTV.com





