Bukan Dugem Lagi, Soft Clubbing Jadi Gaya Nongkrong Baru Gen Z

tabloidbintang.com
19 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Gemerlap lampu dan dentuman musik keras kini bukan lagi pilihan utama generasi muda untuk melepas penat. Bagi Gen Z, cara bersenang-senang mengalami pergeseran besar. Malam akhir pekan tak selalu dihabiskan di klub, melainkan di gym, studio olahraga, hingga ruang wellness.

Fenomena ini dikenal dengan istilah soft clubbing, tren baru ketika aktivitas kebugaran menggantikan budaya pesta malam.

Alih-alih begadang ditemani alkohol, banyak anak muda kini memilih bersepeda statis dengan iringan musik, mengikuti kelas yoga atau pilates, hingga menikmati sesi sound healing. Setelah itu, mereka pulang lebih awal demi menjaga kualitas tidur dan stamina keesokan harinya.

Tren ini bukan sekadar gaya hidup sementara. Mengutip berbagai laporan luar negeri, sejumlah pusat kebugaran kini sengaja mengemas kelas olahraga layaknya acara sosial.

Musik diputar, suasana dibuat hangat, dan peserta datang bukan hanya untuk berkeringat, tapi juga membangun koneksi.

Di Indonesia, gejala serupa semakin terasa, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Gym ramai sejak pagi hari, kawasan perkantoran dipenuhi pelari setiap akhir pekan, sementara studio pilates, yoga, boxing, hingga strength training tumbuh pesat. Olahraga pun berubah menjadi agenda sosial yang rutin.

Mengapa Gen Z Beralih ke Soft Clubbing?

Ada sejumlah alasan yang mendorong perubahan gaya bersenang-senang ini.

1. Kesehatan jadi prioritas utama

Gen Z tumbuh dengan kesadaran tinggi terhadap kesehatan fisik dan mental. Mereka melihat bagaimana pola hidup tak seimbang berdampak panjang. Olahraga dinilai memberi manfaat nyata, mulai dari tidur lebih nyenyak, emosi lebih stabil, hingga rasa puas terhadap diri sendiri.

2. Gym jadi ruang sosial baru

Komunitas lari, kelas olahraga kelompok, hingga gym buddy kini menjadi tempat bersosialisasi. Hubungan terbangun lewat tujuan bersama, bukan tekanan untuk berpesta hingga dini hari.

Media sosial turut memperkuat tren ini. Unggahan progres latihan, outfit gym, hingga pencapaian personal justru dianggap lebih keren dibanding foto pesta larut malam.

3. Soal biaya dan kesadaran finansial

Dugem di kota besar dikenal mahal. Sementara itu, biaya gym atau kelas kebugaran dinilai lebih masuk akal dan berjangka panjang. Bagi Gen Z yang terkenal lebih melek finansial, soft clubbing dianggap sebagai investasi gaya hidup sehat.

4. Definisi baru tentang kesenangan

Bagi generasi ini, ‘seru’ tak lagi berarti begadang sampai subuh. Bangun pagi dengan tubuh segar, pikiran jernih, dan energi penuh justru jadi kemewahan baru.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca 19 Januari 2026: Puluhan Kecamatan di Sulsel Masuk Zona Waspada Hujan Lebat
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Video: Indonesia Mantapkan Peran Strategis di WEF 2026
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Noel: Kasus Hukumnya Aib, Jika Gembong Maka Perintahkan Seluruh Kementerian Korupsi
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Pariwisata Berkelanjutan dan Ilusi Netralitas Standar Global
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Asing Terciduk Diam-Diam Lepas 10 Saham Kala IHSG Cetak Rekor
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.