Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau para jemaah haji untuk selalu memperhatikan kondisi fisik menjelang keberangkatan, jangan sampai kelelahan karena berbagai aktivitas, termasuk menggelar walimatus safar.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj Liliek Marhaendro Susilo menjelaskan bahwa para jemaah haji memiliki tradisi menggelar walimatus safar haji, yakni menerima tamu maupun berkumpul dengan keluarga dan teman untuk mendoakan kepergian jemaah ke Tanah Suci.
Terdapat risiko kelelahan jika calon jemaah menggelar walimatus safar haji atau open house cukup lama. Liliek bercerita bahwa beberapa tahun lalu terdapat jemaah yang sakit saat tiba di Tanah Suci, rupanya karena kelelahan terus menerima tamu dalam sepekan jelang keberangkatan.
“Setidaknya lakukan [maksimal] seminggu sebelum jemaah berangkat. Setelahnya, bisa dipergunakan secara total untuk istirahat persiapan berangkat haji,” ujar Liliek pekan lalu, dalam gelaran Diklat Petugas Haji 1447 H/2026 M.
Halimatus safar haji menjadi tradisi karena perlu upaya ekstra dan waktu tunggu yang cukup lama hingga seseorang bisa berangkat haji. Saat ini saja, masa tunggu haji mencapai 26,4 tahun setelah diseragamkan (sebelumnya ada daerah dengan masa tunggu lebih dari 40 tahun).
Seseorang tidak hanya harus memiliki cukup uang untuk mendaftar dan melunasi haji, tetapi juga harus menunggu puluhan tahun dan tetap menjaga kesehatan saat jelang keberangkatan, sehingga laik untuk terbang ke Tanah Suci.
Baca Juga
- Jemaah Haji Wajib Aktif BPJS Kesehatan, Ternyata Ini Alasannya
- Segini Besaran Premi Asuransi Haji 2026, Jemaah Dipastikan Terlindungi
- Perputaran Uang saat Haji Capai Rp18 Triliun, Kerek Pertumbuhan Ekonomi
Maka, tidak heran jika keluarga, tetangga, teman, hingga kolega bersuka cita bersilaturahmi dan mendoakan jemaah yang hendak berangkat.
Liliek menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang jemaah melaksanakan walimatus safar haji. Namun, perhatikan waktu penyelenggaraannya dan jangan sampai malah mengganggu kesehatan.
Selain itu, Liliek juga mengimbau agar jemaah haji berolahraga ringan pada hari-hari menjelang keberangkatan, agar kebugaran tubuh tetap terjaga.
"Jemaah haji juga harus memastikan asupan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Jemaah harus selalu ingat bahwa ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang sangat baik, sehingga harus senantiasa menjaga kesehatan sebelum berangkat," imbuhnya.



