Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup turun pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (16/1). Hal ini seiring aksi pelaku pasar yang mencermati komentar terbaru Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan The Federal Reserve hingga dinamika geopolitik.
S&P 500 ditutup di zona merah dan lesu secara mingguan. Indeks pasar saham utama AS itu turun 0,06% ke level 6.940,01. Sementara Nasdaq Composite juga turun tipis 0,06% dan berakhir di 23.515,39. Adapun Dow Jones Industrial Average terkoreksi 83,11 poin atau 0,17% ke level 49.359,33.
Ketiga indeks utama sempat menyentuh level terendah dalam perdagangan intraday setelah Trump menyampaikan pernyataan di Gedung Putih. Dalam komentarnya, Trump menyebut lebih memilih Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett tetap berada di jabatannya saat ini. Ia juga mengindikasikan Hassett kemungkinan tidak akan dipilih sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.
“Saya sebenarnya ingin Anda tetap di posisi Anda saat ini, jika Anda ingin tahu kebenarannya,” kata Trump dikutip CNBC, Senin (19/1).
Hassett sempat disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada Mei 2026. Namun, setelah pernyataan terbaru Trump, pasar memprediksi posisi mantan Gubernur Fed Kevin Warsh kini lebih unggul dalam persaingan tersebut.
Pelaku pasar menilai Hassett sebagai figur yang lebih bersahabat bagi pasar keuangan. Wall Street memperkirakan ia akan cenderung lebih longgar dalam menjaga kebijakan suku bunga dibandingkan Warsh.
Sementara itu, Wakil Presiden Manajemen Portofolio Mercer Advisors David Krakauer menilai siapapun sosok yang nantinya terpilih akan sulit lepas dari kepentingan politik. Menurutnya, pelaku pasar kini memproyeksikan pemimpin Fed berikutnya kemungkinan tidak akan sepenuhnya berangkat dari pendekatan tradisional yang benar-benar independen dan objektif untuk memimpin The Fed.
“Ancaman terhadap independensi The Fed tentu saja menjadi kekhawatiran bagi kami dan semua orang,” kata David.
Dalam sepekan lalu, S&P 500 turun 0,4%, Dow Jones Industrial Average melemah 0,3%, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,7%.
Adapun indeks utama Wall Street sempat naik usai lonjakan saham-saham sektor semikonduktor. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) memimpin kenaikan setelah membukukan kinerja kuartal keempat yang solid.
Sentimen juga ditopang kesepakatan dagang antara AS dan Taiwan, mencakup komitmen perusahaan chip dan teknologi Taiwan untuk menanamkan investasi sedikitnya US$ 250 miliar untuk memperluas kapasitas produksi di AS. Saham Taiwan Semiconductor dan emiten chip lainnya seperti Broadcom dan Advanced Micro Devices, ditutup menguat pada perdagangan Jumat.
Di sisi lain, saham perbankan justru melemah secara mingguan meskipun mencatatkan kinerja laba yang kuat. Tekanan muncul seiring berlanjutnya kekhawatiran pasar terhadap wacana Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit.
Saham JPMorgan Chase dan Bank of America menjadi salah satu yang tertinggal, masing-masing terkoreksi sekitar 5% sepanjang pekan. Beragam isu mewarnai pergerakan pasar saham AS pada pekan lalu, mulai dari kekhawatiran terhadap potensi gangguan pada independensi The Federal Reserve hingga meningkatnya risiko geopolitik, termasuk di Iran dan Greenland.



