10 Personel Sar Gabungan Diduga Tersesat saat Cari Korban Pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung

fajar.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Sepuluh personel Tim SAR Gabungan diduga tersesat pada proses pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng gunung Bulusaraung, Pangkep.

Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, yang dikonfirmasi di lokasi mengatakan bahwa pihaknya percaya pada seluruh Tim SAR.

Ia tidak ingin berpikiran buruk mengenai dugaan yang beredar tersebut.

“Sementara kita cek dulu ke rumah-rumah, siapa tau mereka langsung pulang karena malam toh,” ujar Andre di posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Senin (19/1/2026).

Andre berharap sepuluh personel Tim SAR Gabungan itu tidak tersesat sebagaimana informasi yang beredar.

“Mudah-mudahan sih tidak ketinggalan di dalam. Siapa tau mereka tinggal istirahat karena lelah, kita berpikiran positif karena mereka kan bukan orang-orang baru nih,” tegasnya.

Andre bilang, seandainya saja terjadi kemungkinan terburuk, maka akan dilakukan pencarian.

“Kita tadi bersama Basarnas kita jemput (kalau hilang kabar), karena titiknya sudah ada,” kuncinya.

Sebelumnya, Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebut bahwa korban laki-laki yang ditemukan belum bisa dievakuasi.

Hal ini diungkapkan Andi Sultan saat ditemui di posko AJU Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Minggu (18/1/2026) malam.

Dikatakan Andi Sultan, akibat cuaca buruk, proses evakuasi dan pencarian terhadap korban lain dihentikan sementara.

“Kami sampai saat ini belum bisa mengevakuasi korban karena terkendala dari kondisi cuaca,” ujar Andi Sultan kepada awak media.

Lanjut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan anggota yang saat ini bersama dengan korban agar bertahan di posisinya.

“Kami telah melakukan koordinasi dan memutuskan untuk malam ini camp,” sebutnya.

Jika cuaca bersahabat pada Senin (19/1/2026) besok, maka akan dilakukan evakuasi melalui jalur udara.

“Besok kami merencanakan kalau cuaca mendukung, kami akan melakukan evakuasi dengan udara,” Andi Sultan menuturkan.

Tambahnya, dengan ditemukannya salah satu korban, saat ini tersisa sembilan jasad korban yang harus dicari keberadaannya.

Selain faktor cuaca, Andi Sultan juga mengungkapkan bahwa medan yang terjal membuat Tim SAR gabungan kesulitan melakukan evakuasi.

“Sudah beberapa kali tadi dicoba penarikan dari atas, namun sulit dengan jarak 200 meter. Kondisi medan kurang bagus dan kabut di situ sekitar 3-5 meter untuk vicibily jarak pandang,” tukasnya.

Besok, mulai pukul 05.00 Wita, setelah salat subuh, Tim SAR gabungan akan kembali melakukan proses evakuasi dan pencarian terhadap korban lain.

Mengenai kabar ditemukannya black box pesawat, Andi Sultan menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan pasti.

“Kalau itu belum terkonfirmasi masalah kotak hitam. Pasti (kita mengupayakan pencarian),” ucapnya.

Andi Sultan bilang, fokus tim SAR gabungan saat ini adalah mencari sembilan korban lainnya. Lalu mencari sisa puing pesawat, termasuk black box.

“Untuk sementara kami konsentrasi pencarian korban setelah itu blak box. (Serpihan yang ditemukan) Ada banyak, dinding, jendela, dan lain-lain. Tangga juga tadi sama mesin,” terangnya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Pekalongan, KAI Batalkan 11 Perjalanan Kereta Api dari Jakarta
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Hasil Liga Spanyol: Tren 11 Kemenangan Barcelona Terhenti di Kandang Real Sociedad
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Kemendagri Awasi Penggunaan TKD Rp 10,8 Triliun di Provinsi Banjir Sumatera
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Kebakaran 20 Ribu Hektare Hutan di Cile, 19 Orang Tewas dan 50 Ribu Warga Mengungsi | BERUT
• 21 menit lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Turun, Efek Meredanya Ketegangan Geopolitik
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.