JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan pengawasan penggunaan Transfer ke Daerah (TKD) untuk provinsi korban banjir Sumatera.
"Kita akan awasi itu, kita akan fokuskan untuk memastikan mereka menggunakannya secara tepat," kata Bima Arya di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Baca juga: TKD Aceh, Sumut, Sumbar, Tak Dipotong, Mendagri Harap Pekan Depan Ditransfer
Transfer ke daerah (TKD) Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) tidak dipotong.
Dia mengungkapkan, pemerintah ingin daerah tersebut fokus memanfaatkan dana senilai Rp 10,8 triliun dari TKD untuk pemulihan bencana di daerahnya masing-masing.
"Jadi TKD-nya tidak jadi dipotong, tapi kita minta dialokasikan betul untuk kebutuhan-kebutuhan penanganan bencana. Jumlahnya itu sekitar Rp 10,8 triliun," kata Bima.
Ia menyampaikan, relaksasi ini sudah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Usai Rapat Bareng Prabowo, Mendagri Umumkan TKD 3 Provinsi di Sumatera Tak Dipotong
Tak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan akan memudahkan pengurusan dokumen kependudukan warga yang rusak dan hilang akibat bencana.
Dokumen tersebut meliputi KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen lain yang dibutuhkan.
Di sisi lain, pihaknya meminta seluruh kepala daerah untuk menyampaikan data penduduk agar berbagai bantuan pemerintah dapat disalurkan lebih cepat.
"Kebutuhan-kebutuhan itu kan banyak dan dicukupi oleh kementerian-kementerian. Ada uang untuk pemulihan ekonomi, ada uang untuk hunian gitu ya, uang untuk hidup, itu perlu, itu semua sudah dianggarkan di kementerian. Dan tentu kepala daerah harus melakukan pendataan by name by address, supaya nanti bantuannya cepat dan tepat sasaran," jelas Bima.
Prabowo setuju TKD daerah banjir Sumatera tak dipotongSebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Aceh tidak akan terkena efisiensi pada tahun 2026.
Kepastian ini disampaikan Prabowo usai Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meneleponnya di sela-sela rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) penanganan bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026).
"Jadi jelas. Jadi untuk tahun ini anggaran Anda akan penuh seperti tahun lalu, tidak dipotong. Jadi dapat Rp 1,6 triliun, Rp 1,7 triliun kalau tidak salah," jelas Purbaya.
"Dulu kan saya janji mau bicara, belum sempat ke sana-sini soalnya. Barusan Pak Ketua sudah telepon dan Pak Presiden bilang setuju. Jadi aman Anda semuanya? Makasih Pak Ketua. Tapi sudah kita hitung semuanya secara anggaran, bisa. Tidak ada masalah," imbuhnya.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476426/original/061311900_1768749304-PSS_Sleman.jpg)



